Nanik Heri Raih Kalpataru 2018 Kategori Perintis Lingkungan

Nanik Heri Raih Kalpataru 2018 Kategori Perintis Lingkungan

Nanik Heri dengan trofi Kalpataru 2018 dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya. foto:ist

Prestasi membanggakan diukir Siti Retnanik yang karib disapa Nanik Heri. Mentor Pahlawan Ekonomi itu meraih penghargaan Kalpataru 2018 kategori Perintis Lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya.

Pengumumkan pemenang penerima penghargaan Kalpataru 2018 tingkat kota itu dilakukan pada Sabtu (27/10/2018) lalu, di Kantor DLH Kota Surabaya. Penghargaan tersebut diberikan Kepala DLH Kota Surabaya Eko Agus Supiadi Sapoetro.

Penghargaan Kalpataru ini merupakan program tahunan yang diadakan di tingkat kota. Pada tahun 2018, hanya ada dua kategori penghargaan Kalpataru yang diberikan kepada warga Surabaya yang masuk dalam nominasi. Yakni, kategori Perintis Lingkungan dan Pembina Lingkungan.

Pada tahun 2018, ada delapan nominator warga Kota Surabaya yang berpeluang menerima penghargaan ini. Dari delapan nominator penghargaan Kalpataru tersebut, Nanik Heri terpilih memenangi penghargaan Kalpataru kategori Perintis Lingkungan. Selain Nanik, ada Rektor ITS Surabaya Prof Joni Hermana yang meraih penghargaan Kalpataru kategori Pembina Lingkungan.

Dikonfirmasi enciety.co, Senin (29/10/2018), Nanik mengaku tak menyangka, terpilih memenangi penghargaan bergengsi tersebut. “Saya mewakili Kelurahan Ngagel Rejo, Kecamatan Wonokromo. Saat itu saya hanya dikasih lembar penilaian. Setelah itu disurvei ke rumah selama beberapa hari,” tutur perempuan yang sering disapa Bu Daun itu.

Nanik mengungkapkan, ada beberapa poin penilaian yang dijadikan landasan memenangkan penghargaan ini. Pertama, kiprah Nanik dalam memanfaatkan sampah daun yang dia jadikan produk layak jual. Kedua, kegiatan produksi yang dilakukan mampu memberdayakan masyarakat sekitar sehingga dapat mengangkat derajat perekonomian warga.

“Poin terakhir, saya dianggap sering melakukan kegiatan edukasi atau pelatihan kepada warga dan anak-anak sekolah. Sehingga saya berkesempatan terpilih meraih penghargaan tersebut,” ujarnya, lantas tersenyum.

Dari hasil tersebut, Nanik berkesempatan ikut berkompetisi di penghargaan Kalpataru dengan kategori serupa di tingkat Provinsi Jawa Timur bersama dengan rektor ITS Surabaya.

“Mohon doanya saja. Tapi, bagi saya, yang terpenting bagaimana saya ini masih bisa berguna. Karena dari sana saya dapat beribadah lewat membantu orang-orang di sekitar saya,” tegasnya. (wh)