Naik Peringkat, Indeks Perjalanan Wisata Indonesia

Naik Peringkat, Indeks Perjalanan Wisata Indonesia

Daya saing perjalanan wisata Indonesia menduduki peringkat ke 70, terus membaik jika dibanding sebelumnya. Pada tahun 2009 masih di ranking 81, tahun 2011 posisi ke 71.  Hal ini disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu dalam jumpa pers akhir tahun di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.

Peringkat indeks itu dikeluarkan setelah melalui survei oleh Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) berbasis di Jenewa, Swiss.

Pada 2013, keunggulan daya saing pariwisata Indonesia bertambah dibanding negara Asean lain yakni dari daya saing harga, prioritas kepariwisataan, dan sumber daya budaya.

Ini terkait dengan peningkatan kualitas daya tarik wisata alam dan budaya yang difokuskan pada 29 daya tarik wisata Indonesia. Yakni, Pulau Weh (Sabang), Nias, Toba, Mentawai (Siberut), Pulau Abang, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Kota Tua Jakarta, Pangandaran, Karimunjawa, Candi Borobudur, Dieng, Merapi-Sleman, Bromo-Tengger-Semeru, Batur, Rinjani, Tambora, Komodo, Kelimutu, Sentarum, Tanjung Putting, Derawan, Toraja, Togean, Tomini, Bunaken, Wakatobi, Bandaneira, dan Raja Ampat.

Mari mengatakan, jumlah wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia pada akhir tahun 2013 mencapai 8,6 juta orang. Jumlah ini mengalami pertumbuhan 7,37% dibanding tahun 2012 dengan jumlah 8,04 juta orang.

Wisatawan mancanegara tercatat memiliki pengeluaran terbanyak pertama dalam aspek akomodasi, yakni sebesar 48,9%; kedua, kuliner sebesar 17,7%; ketiga, suvenir 7,9%. “Target pada 2014 ada 9,2 juta wisatawan mancanegara dan 255 ribu wisatawan nusantara,” kata dia.(tempo/bh)