Myanmar Sita Sabu Senilai USD 30 Juta

Myanmar Sita  Sabu Senilai USD 30 Juta
foto: voa-islam.com

Kepolisian Myanmar menyita heroin dan methamphetamine atau sabu-sabu senilai USD 30 juta. Hal tersebut disampaikan oleh penyelidik senior kepada AFP, Minggu (6/3/2016). Menurut dia besarnya nilai penyitaan menyoroti kelanjutan peranan negara sebagai produsen narkotika global utama.

Polisi menemukan narkotika terhampar di dalam kontainer kendaraan di zona industri yang berlokasi di Mandalay. Narkotika yang ditemukan di termasuk 82 kilogram sabu-sabu, 24 kilogram heroin, 6,8 juta tablet stimulan dan 15 kilogram opium. “Ini nilainya sekitar 37 miliar kyat atau setara USD 30 juta. Ini penyitaan terbesar di 2016,” ujar pejabat polisi senior anti narkotika di Naypyidaw kepada AFP.

Pejabat kepolisian menambahkan tersangka utama masih belum ditangkap.

Myanmar yang menempati posisi “Segitiga Emas”, juga mencakup wilayah di Thailand dan Laos, telah menjadi sarang produksi narkotika selama puluhan tahun meskipun pemerintah berulangkali berjanji mengatasi bencana itu.

Myanmar sendiri telah berjuang untuk membendung gelombang narkotika mulai dari daerah perbatasan terpencil dan wilayah perbatasan yang kerap terjadi tindak kekerasan. Padahal refromasi politik memperlihatkan partai oposisi Aung San Suu Kyi meraih kemenangan bersejarah dalam pemilihan umum (pemilu) November 2015.

Namun negara miskin ini masih tetap sebagai produsen opium terbesar kedua di dunia setelah Afghanistan, sedangkan para kartel meningkatkan sejumlah besar produksi tablet methamphetamine.

Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa bidang Narkotika dan Kejahatan menyatakan methamphetamine telah mendominasi pasar global untuk jenis obat sintetik serta berkembang secara signifikan di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur “Ini sangat menakutkan karena perdagangan narkotika telah meningkat dan menyebar di seluruh negeri,” kata penyelidik senior bidang narkotika di Naypyidaw kepada AFP.

Bahkan pada Juli tahun lalu, Myanmar menyita tablet stimulan senilai lebih dari USD 100 juta dari kontainer kendaraan milik pribadi di bagian utara Yangon.

Selain itu, pada bulan lalu pecah bentrokan di wilayah terpencil di Kachin utara antara para petani setempat dengan warga anti- narkotika yang mencoba menghancurkan ladang-ladang opium.

Baik para milisi etnis dan militer Myanmar atau sekutu-sekutunya telah mengeruk keuntungan miliaran dolar dari perdagangan itu untuk membiayai perang yang sudah berlangsung berkepanjangan. (afp)