Mutakhirkan DPT, KPU Surabaya Gandeng Dispendukcapil

Mutakhirkan DPT, KPU Surabaya Gandeng Dispendukcapil
Ketua KPU Kota Surabaya Robiyan Arifin menunjukkan website KPU di kantornya, Jalan Adityawarman, Surabaya, Kamis (2/7/2015). foto: arya wiraraja/enciety.co

Mempersiapkan diri dalam pemilihan wali kota (Pilwali) Kota Surabaya 2015 dan menghindari kesalahan dalam pendataan daftar pemilih tetap (DPT), masyarakat diminta mengecek pemutakhirannya di www.kpu-surabayakota.co.id.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Robiyan Arifin kepada enciety.co di kantornya, Jalan Adityawarman, Surabaya, Kamis (2/7/2015).

“Caranya buka website tersebut, klik panel DPT di kanan atas, lalu masukkan nomor KTP dan nama lengkap, nanti secara otomatis akan muncul jika sudah terdaftar,” terang dia.

Robi menambahkan, jika nama yang bersangkutan tidak muncul, warga diharapkan untuk segera melapor kepada RT/RW setempat. “Jika nama tidak muncul segera melapor pada RT/RW, sehingga bisa segera memproses di kelurahan dan kecamatan setempat. KPU Surabaya siap 24 jam untuk menanggapi hal tersebut,” jelas dia.

Ia memaparkan, data yang telah masuk ke dalam data server KPU Kota Surabaya saat ini adalah data yang telah dimuktakhirkan melalui rujukan dari hasil sinkronisari data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang dimiliki KPU dengan Kemendagri  pada Pilpres 2014 lalu.

Selain itu, dalam upayanya untuk mengurangi kesalahan pendataan DPT Pilwali 2015, KPU terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya.

“Contohnya jika ada yang meninggal atau pindah domisili kami harus cepat dan terus meng-update data yang terus berubah tersebut hingga waktu yang ditentukan,” terang dia.

Ketika disinggung terkait keaman data yang ada dalam website tersebut Robi menjelaskan bahwa website tersebut dilengkapi oleh antihacker dan keamanannya sudah dijamin oleh KPU Republik Indonesia (RI) yang ada di Jakarta.

“Kalau keamanan sudah dijamin KPU RI dan telah menjadi bagian dari prioritas Negara,” papar dia.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa ada hal yang perlu dibenahi oleh KPU Surabaya terkait website tersebut. Yaitu pengelolaan server pada folder website tersebut.

“Yang perlu kita benahi adalah server dari folder DPT, kadang sering lemot jika banyak yang mengakses,” katanya. (wh)