Musim Penghujan, Waspadai Peningkatan DB

Musim Penghujan, Waspadai Peningkatan DB
Warga membersihkan saluran di perkampungan mengantisipasi penyakit DB. Sandhi/enciety.co

Setiap awal tahun atau Januari, masyarakat diminta mewaspadai penyebaran penyakit demam berdarah (DB). Berdasarkan data dari dinas kesehatan (Dinkes) Jatim, jumlah penderita penyakit DB pada Januari pada lima tahun terakhir, yaitu pada tahun 2010 tercatat penderita DB di Jatim sebanyak 5.599 kasus, pada tahun 2011 tercatat 1.035 kasus, tahun 2012 tercatat 1.225 kasus, dan ditahun 2013 tercatat 3.264 kasus, dan menurun hingga 973 kasus di tahun 2014.

Kota Surabaya masih menjadi wilayah rawan DB terburuk di Jatim. Kenaikan angka penderita naik 100 persen. Sementara jumlah korban meninggal di Surabaya setiap tahunnya mengalami penambahan yaitu tahun 2012 sebesar 6 orang, 2013 sebanyak 15 orang.

Kepala Dinkes Jatim, dr Harsono mengatakan pihaknya meminta agar masyarakat dan pelayanan kesehatan untuk mewaspadai gejala tumbuhnya penderita DB di awal tahun.

“Bulan Januari rentan karena hujan sedang lebat-lebatnya atau merupakan puncak musim penghujan,” tegas dr Harsono kepada wartawan, Rabu (7/10/2015).

Untuk menghidari lonjakan kasus, pihaknya sendiri berupaya mengajak masyarakat lebih berhati-hati dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dikhawatirkan, buruknya perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan akan meningkatkan jumlah penderita DB.

“Bila masyarakat tidak aktif menjaga kebersihan lingkungan seperti banyak genangan air yang tidak bisa mengalir di selokan dan dirumah masing-masing, berpotensi besar dalam pengembangbiakan bibit nyamuk aedes agepty,” ujarnya.

Pihaknya sendiri akan berkordinasi dengan semua pihak dalam menggalakkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), menggalakan fogging atau pengasapan, penyediaan logistik berupa insektisida, larvasida dan mesin fogging untuk mengantisipasi peningkatan jumlah kasus. (wh)