Musim Pancaroba, Ini yang Harus Diwaspadai Masyarakat

Musim Pancaroba, Ini yang Harus Diwaspadai Masyarakat

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya Dr Mira Novita bersama Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (10/3/2017). foto: arya wiraraja/enciety.co

Kurun waktu terakhir, Kota Surabaya dilanda cuaca ekstrem. Musim pancaroba ini diwarnai angin puting beliung dan hujan es. Hal ini jadi pertanda Surabaya bakal menghadapi perubahan iklim dengan tekanan yang lebih tinggi.

Hal itu mengemuka dalam Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (10/3/2017). Acara yang dipandu Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya tersebut menghadirkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya Dr Mira Novita.

“Beberapa hari ke depan, kita bakal menghadapi peralihan musim atau yang disebut pancaroba,” urai Kresnayana Yahya.

Kata dia, dengan musim panas yang bakal datang dan ditambah dengan intensitas cuaca yang masih banyak mengandung air ini, secara otomatis dapat menimbulkan banyaknya penyakit.

“Kebanyakan, pada musim ini, banyak penyakit yang disebabkan oleh nyamuk dan tikus. Seperti yang kita ketahui, kedua binatang tersebut banyak berkembang biak saat masuk musim pancaroba seperti sekarang ini,” kupas Kresnayana.

Kresnayana juga mengingatkan kepada masyarakat Kota Surabaya, memasuki musim pancaroba seperti sekarang, adalah lebih menjaga kebersihan lingkungan. Untuk dapat mencegah tidak terserang penyakit yang diingatkan harus mampu menjaga kondisi badan. Di antaranya dengan menjaga kebersihan badan, mengatur pola makan, dan pola hidup agar lebih teratur lagi.

“Penyakit yang timbul pada saat pancaroba seperti sekarang ini di antaranya adalah demam berdarah, penyakit tipes, batuk, flu dan lain sebagainya,” urai pakar statistik ITS tersebut.