Musim Panas, Racik Menu Oseng-Oseng Bambu Runcing

Musim Panas, Racik Menu Oseng-Oseng Bambu Runcing
Oseng-oseng bambu runcing yang menjadi menu pelatihan Pahlawan Ekonomi di Kaza Surabaya, Minggu (18/10/2015).sandhi nurhartanto/enciety.co

Musim panas panjang yang melanda Surabaya saat ini ada sisi positif yang dapat dirasakan. Ada bahan makanan yang hanya dapat dijumpai disaat musim panas, yaitu, rebung. Rebung adalah tunas bambu yang hanya muncul pada musim panas.

“Banyak olahan makan yang dapat diciptakan dari bahan makanan ini. Di antaranya oseng-oseng bambu runcing,” ulas Chef Ismudiyanto, mentor Pelatihan Culinary Business Pahlawan Ekonomi, di Kaza City Surabaya, Minggu (18/10/2015).

Untuk membuat menu spesial musim panas ini dibutuhkan beberapa bahan dasar. Yakni rebung yang diiris kecil menyerupai korek api dan telah direbus 2 hingga 3 kali, kangkung yang telah dicuci bersih, merica, garam, bawang putih, bawang merah, wortel yang dipotong seperti korek api dan air secukupnya,”

Chef Is, begitu Ismudiyanto karib disapa, mengatakan cara mengolah rebung harus teliti. “Untuk menghasilkan rebung yang empuk dan menghilangkan bau dari getah rebungnya sendiri, kita harus berkali-kali mengganti air rebusan. Karena, jika kita salah dalam mengolah rebung  akan berpengaruh pada rasa oseng-oseng yang akan dihasilkan,” paparnya yang juga pengajar Surabaya Hotel School (SHS) Surabaya itu.

Musim Panas, Racik Menu Oseng-Oseng Bambu Runcing
Chef Ismudiyanto, Mentor Pelatihan Culinary Bussines Pahlawan Ekonomi, memberi materi pelatihan di Kaza City, Surabaya, Minggu (18/10/2015). arya wiraraja/enciety.co

Selain itu, sambung dia, yang harus diperhatikan adalah ketika mencampur sayur kangkung. Harus dipastikan semua bahan dan bumbu tercampur terlebih dahulu.

“Setelah dirasa sudah setengah matang, maka kita baru boleh mencampur sayur kangkung. Untuk memasak sayur tidak boleh berlama-lama, karena kandungan vitaminnya akan larut juga,” urainya.

Untuk menciptakan menu spesial musim panas ini, Chef Is menegaskan butuhkan waktu kurang lebih 15 menit. Selain itu, dalam proses memasak satu porsi menu oseng-oseng bambu runcing tidak butuh modal besar.

“Untuk 5 porsi, kita hanya mengeluarkan modal Rp 25 ribu. Dengan modal itu kita dapat menjual olahan yang hanya ada pada musim panas ini dengan harga Rp 8 ribu per porsi,” pungkas dia. (wh)