Musim Hujan, Dinkes Surabaya Waspadai DB dan Diare

Musim Hujan, Dinkes Surabaya Waspadai DB dan Diare
Febria Rahmanita (kiri) saat memberikan keterangan pers di Kantor Humas Pemkot Surabaya. foto;humas pemkot surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kota memberikan imbauan agar warga bisa mengantisipasi penyakit di musim penghujan. Yang perlu diperhatikan adalah penyakit demam berdarah (DB) akibat gigitan nyamuk aedes agepty dan diare karena lingkungan yang kotor.

“Kami berusaha memaksimalkan tenaga kesehatan di tingkat RT dan RW atau posyandu untuk menyosialisasikan dan meminimalkan penyakit yang dapat menyebabkan kematian bila tidak tertangani sejak awal,” kata Kepala Dinkes Kota Surabaya drg Febria Rahmanita, Sabtu (10/1/2015).

Dua penyakit tersebut adalah penyakit musiman di musim penghujan. Dan untuk mengatasinya diperlukan tindakan dan upaya bersama antara tenaga kesehatan dengan masyarakat.

“Tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada peran serta masyarakat untuk menjaga lingkungan dan diri serta keluarga mereka sendiri,” lanjutnya.

Ia mencontohkan agar masyarakat benar-benar mengawasi lingkungannya agar tidak ada air yang tergenang. Baik di dalam rumah maupun diluar. Ia meminta agar diadakan kerja bakti guna membersihkan dan menimbun tempat yang tidak dipergunakan ke dalam tanah agar tidak ada genangan air.

“Nyamuk Aedes berkembang biaknya di air yang bersih. Masyarakat harus membersihkan bak mandi secara kontinyu agar membunuh jentik nyamuk tersebut. Dan bila anak-anak tidur siang, kamar harus bersih dulu dan bila memungkinkan pakai selambu,” ucapnya.

Sedangkan untuk penyakit diare, Kadinkes meminta agar menjaga pola makan yang bersih dan selalu mencuci tangan sebelum makan. Kuman diare biasanya berada di makanan yang kurang bersih.

Bila ada warga yang terjangkit, mereka diharapkan langsung mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan sejak dini. “Bila tertangani sejak awal, kedua penyakit ini dapat disembuhkan,” pungkasnya. (wh)