MURI Kukuhkan Hendropriyono Guru Besar Intelijen

 

MURI  Kukuhkan Hendropriyono Guru Besar Intelijen

Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)  mengukuhkan Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono sebagai Guru Besar Intelijen pertama di Indonesia. Ia mendapat status itu karena memperjuangkan intelijen termasuk filsafat.

“Selama ini, komunitas cendikiawan hanya mengenal filsafat politik, filsafat hukum, filsafat ekonomi, filsafat sosial, atau filsafat lingkungan, namun tidak pernah filsafat intelijen,” ujar Hendropriyono di Balai Sudirman, Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Termasuk filsafat, karena dalam melakukan aksi intelijen, mata-mata Indonesia tetap menganut pedoman Pancasila. Hal itulah yang menjadi pegangan kokoh.

“Berdasarkan kontemplasi yang sudah lama, kita angkat inteligence science and art dalam tatanan filosofi. Menurut saudara kita di Indonesia, Guru Besar Intelijen pertama baru ini dan harus hadapi badai di dunia akademik yang begitu besar,” imbuhnya.

Dalam acara pengukuhan Hendropriyono sebagai guru besar, hadir elit partai politik dan elit pemerintahan antara lain, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Hanura Wiranto, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung, Ketua DPD RI Irman Gusman, Menteri Perumahan Djan Farid, Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron, dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Wiranto dan Mega pun duduk satu meja di baris paling depan bagian kanan. Keduanya akrab berbincang-bincang. Sementara itu, hadir pula Ketua KY Imam Anshori, Jaksa Agung Basrief Arief, mantan Wapres RI Try Sutrisno.

Pada kesempatan ini pula, Hendropriyono mengatakan bagi dirinya sosok Mega merupakan presiden yang tak tergantikan. Diketahui, ia menjabat Kepala BIN saat masa pemerintahan Megawati.

“Terlihat yang hadir ada Presiden RI 2001-2004 Ibu Megawatti Soekarnoputri. Bagi saya Mega pun presiden sampai sekarang, dan sekarang gantinya,” pungkas Hendro. (lp6/ram)