Mundur dari Presiden, Shimon Peres Tetap Dukung Serangan Israel ke Gaza

Shimon Peres/abc
Shimon Peres/abc

Presiden Israel, Shimon Peres, 90, mengundurkan diri di saat perang Israel dan Hamas berkecamuk di Jalur Gaza Palestina. Dalam pesan perpisahannya, Peres tetap membela Israel untuk menginvasi Gaza.

Namun, Peres yang mundur karena jabatannya memang telah berakhir mengatakan, bahwa suatu hari dia akan melihat perdamaian datang ke Timur Tengah.  Peres melepaskan jabatannya dan secara seremonial diserahkan kepada presiden baru Israel, Reuven Rivlin, seorang anggota Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Selama menjadi Presiden Israel, Peres dikenal mengambil sikap lunak dengan Palestina untuk mewujudkan perdamaian. Kebijakannya berbeda dengan yang ditempuh kelompok sayap kanan pimpinan Netanyahu.

Dalam pidato perpisahannya, Peres menyebut nama-nama nabi dalam kitab suci yang pernah mengajari warga Israel. ”Untuk melihat keadilan sosial dan perdamaian dunia sebagai hal yang prinsip,” katanya. Dia juga mendesak pemerintah Israel untuk mewujudkan kesetaraan semua warganya.

”Saya tidak akan menyerah atas hak saya untuk melayani rakyat dan negara saya. Dan saya akan terus membantu membangun negara saya, dengan keyakinan mendalam bahwa suatu hari akan ada kedamaian,” ujarnya.

Namun, dalam konflik Israel dan Hamas kali ini, Peres tetap membela serangan Israel di Gaza. Alasannya, jiwa warga Israel terancam dengan tembakan roket-roket Hamas dan militan lain di Gaza. Meskipun dia tidak menutup mata, korban invasi Israel di Gaza hingga Jumat (25/7/2014) sudah mencapai sekitar 800 jiwa.

Peres menyalahkan Hamas dalam perang di Gaza kali ini.”Militan Hamas mengubah Gaza menjadi tragedi manusia dan sengaja menempatkan warga sipil dalam bahaya,” katanya, seperti dikutip Reuters. ”Israel bukan musuh rakyat Gaza,” katanya lagi. (snd/ram)