Mulai Beroperasi, Perusahaan Patungan Pertamina dan Thailand

 

Mulai Beroperasi, Perusahaan Patungan Pertamina dan Thailand

PT Indo Thai Trading (ITT), perusahaan patungan antara PT Pertamina (Persero) dan PTT global Chemical Public Company Limited, Thailand (PTTGC) mulai beroperasi. Perusahaan patungan ini bakal membangun kompleks petrokimia terpadu skala dunia yang beroperasi pada 2019.

Dijelaskan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Hanung Budya, ITT didirikan untuk melayani permintaan yang besar dari pasar polimer Indonesia sejalan dengan rencana bersama pembangunan kompleks petrokimia terpadu skala dunia yang akan beroperasi pada 2019.

“Penggabungan ITT adalah salah satu tonggak penting dalam pelaksanaan kerjasama antar kedua perusahaan,” kata Hanung, di Jakarta, Kamis (14/8/2014).

Hanung menambahkan, kompleks terpadu itu rencananya dibangun di Balongan dengan  kapasitas produksi poliolefin (polyethylene dan polypropylene) sekitar 1,2 juta ton per tahun dan turunan petrokimia lainnya yaitu MEG, Butadiene, kapasitas produksi Pygas hampir 1 juta ton per tahun.

“Pemasaran dan penjualan semua produksi dari kompleks ini akan dilakukan oleh ITT sebagai lengan perdagangan,” tutur Hanung.

Menurut Hanung, pasar petrokimia di Indonesia sangat menjanjikan. Pasar petrokimia diperkirakan mencapai US$ 24 miliar-US$ 35 miliar pada 2025.

“Sekarang adalah waktu bagi kami untuk menangkap peluang ini, dengan kemitraan strategis ini dengan PTTGC-Thailand sebagai salah satu produsen polyolefin terkemuka di kawasan ASEAN, kami sangat yakin bahwa kerjasama ini akan sangat menjanjikan di masa depan, ” ungkapnya.

Presiden dan CEO PTT global Chemical,  Bowon Vongsinudom mengungkapkan, mulai beroperasinya anak usaha patungan tersebut adalah kemajuan signifikan pasalnya, kedua dua perusahaan memilik produk bervariasi dan pasokan yang jelas.

“Saya memiliki keyakinan yang kuat bahwa ITT akan sukses besar dalam memuaskan pelanggan di wilayah Indonesia. Juga akan menjadi dasar, diatur di tempat untuk tumbuh dan siap pada waktunya untuk mengembangkan dunia peresmian kelas kompleks petrokimia di Indonesia,”  kata Bowon. (lp6/wh)