Mulai April, Surabaya Beri Satu Juta Buku untuk Siswa

Mulai April, Surabaya Beri Satu Juta Buku untuk Siswa
Teks: foto : arya wiraraja/enciety.co

Pemerintah Kota Surabaya serius mewujudkan kota literasi. Ini dengan menjadikan Surabaya sebagai kota dengan budaya menbaca dan menulis yang tinggi, setara dengan bangsa-bangsa maju lainnya.

“Ada dua poin dasar Surabaya sebagai kota literasi, pertama, menghidupkan perpustakaan di sekolah. Kedua, membangun kesadaran membaca siswa menjadi kegiatan rutin di sekolah,” tegas Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Satria Dharma kepada enciety.co saat menjadi pembicara dalam seminar Surabaya Kota Literasi di Taman Flora Jumat, (12/6/2015).

Satria menuturkan, membaca adalah pondasi awal untuk belajar. Tanpa membaca kita tidak akan memiliki pengetahuan. “Jika kita adalah seorang yang beragama kita akan membaca, hal tersebut dibuktikan semua agama memiliki kitab suci,” tegasnya.

Budaya literasi, sebut dia, adalah kunci dari kemajuan sebuah bangsa. “Membaca dan menulis adalah langkah awal untuk membangun sebuah peradapan,” imbuhnya.

Menurut data yang dihimpun IGI, anak Indonesia lebih suka menonton. Sehari, anak usia balita sampai remaja menghabiskan waktunya 300 menit per hari untuk menonton televisi.

Pada November 2012, menurut data yang diterbitkan Firma Pendidikan Pearson, sistem pendidikan di Tanah Air paling rendah di dunia. “Sangat miris. Jika dibiarkan Indonesia akan menjadi negara terbelakang,” tegasnya.

Untuk itu, mulai April hingga akhir tahun 2015 ini, pemerintah kota menargetkan satu juta buku bagi seluruh siswa di Surabaya. Pemerintah Kota Surabaya juga melakukan inovasi dengan membuat surat edaran ke semua sekolah di Kota Pahlawan. Sekolah diwajibkan mengalokasikan waktu membaca minimal lima belas menit (silent reading).

Siswa yang telah selesai membaca akan dibebani tugas review buku yang ia baca. Setelah semua tugas selesai, buka yang telah dibaca akan di sumbangkan ke perpustakaan sekolah. Kegiatan ini dikoordinir dan diawasi oleh wali kelas masing-masing.

“Dengan program Surabaya kota literasi ini, generasi muda arek-arek suroboyo dapat mempersiapkan diri dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” imbuhnya. (wh)