Mulai 12 Juli, Kendaraan Berat Dilarang Masuk Surabaya

Mulai 12 Juli, Kendaraan Berat Dilarang Masuk Surabaya
Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, foto: arya wiraraja/enciety.co

Mulai 12 Juli hingga 21 Juli 2015, semua truk jenis tronton dengan ukuran roda 2x dilarang beroperasi di Surabaya.

“Kami memberi pengecualian pada truk kecil ukuran roda 1x dan truck tronton dengan muatan bahan makanan pokok, hewan ternak serta pupuk,” ujar Sumarsono, Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan & LLAJ Jawa Timur dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (3/7/2015).

Dia lalu menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan organda dan pihak kepolisian agar truk tronton, truk kontainer dan truk dengan ukuran ban 2x yang mengangkut bahan makanan pokok dan bahan-bahan lain yang sesuai dengan peraturan mendapatkan izin dari institusi terkait.

“Kami telah berkoordinasi dengan berbagai macam institusi terkait dengan hal tersebut. Rencananya truk–truk mengangkut bahan pokok dan bahan lain yang di perbolehkan oleh peraturan akan di tandai oleh semacam stiker, selain itu kami juga akan memberikan semacam surat jalan,” terangnya.

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya mengatakan, dalam menyambut Lebaran seharusnya masyarakat Surabaya telah memiliki rencana yang matang.

“Dalam jangka dua minggu ini masyarakat Kota Surabaya harus dapat menyiapkan diri untuk menyambut Lebaran dan libur panjang. Masyarakat Surabaya khususnya harus mengenal perencanaan dengan menghitung waktu dan pengeluaran dengan bijak,” paparnya.

Selain itu, dirinya berharap agar fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan apotek dapat bersiaga 24 jam. “Selama masa arus mudik dan arus balik, antara H-7 hingga H+7 angka kecelakan dijalan juga semakin meningkat, dan korbannya rata-rata para pemudik,” ungkap doses statistika ITS tersebut.

Kresnayana menuturkan, para orang tua di Surabaya harus mengingatkan anak-anak mereka terkait bahaya berkendara saat Lebaran. Dari data yang dihimpun olehnya, hampir 60 persen pelaku dan korban kecelakaan saat lebaran adalah anak usia 16 hingga 25 tahun.

“Kami sangat berharap bagi orang tua yang memiliki anak dibawah 25 tahun secara intens agar dapat memandu mereka,” pungkas dia.(wh)