Muhammadiyah Tidak Akan Dirikan Parpol

Haedar Nashir Resmi Pimpin Muhammadiyah
Ketua Panitia Pengarah Muktamar Muhammadiyah Haedar Nashir (kiri) memberi penjelasan kepada wartawan terkait kesiapan menjelang Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (31/7/2015) foto:cnn.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terpilih Haedar Nashir menegaskan organisasi yang dipimpinnya ini tidak akan mendirikan atau membentuk partai politik. Bahkan, , kata Haedar, tidak akan berafiliasi dengan partai politik mana pun.

“Sudah menjadi pegangan tidak berafiliasi dengan partai dan kekuatan politik mana pun, tidak mendirikan partai dalam bentuk apa pun, dan tidak punya hubungan struktural dengan partai mana pun,” ujar Haedar dalam konferensi pers pascapenetapan dirinya menjadi Ketum PP Muhammadiyah di gedung Igra, Universitas Muhammadiyah Makassar, Kamis (6/8/2015) malam.

Menurut Haedar, salah satu pegangan Muhammadiyah adalah khittah politik di Makassar pada tahun 1971. Khittah tersebut menegaskan bahwa  organisasi ini tidak akan mendirikan partai atau berafiliasi dengan parpol mana pun.

Haedar mengakui ada usulan dari sebagian kecil kelompok dalam pandangan umum dan rekomendasi sidang pleno muktamar untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai partai politik. Menurutnya, usulan tersebut merupakan dinamika sekaligus masukan untuk PP sekarang. “Tetapi tetap kita menjalankan komunikasi dengan kekuatan bangsa termasuk partai politik,” tegas Haedar.

Sementara untuk kader-kader muda Muhammadiyah yang mau terjun ke dunia politik, Haedar meminta agar mereka mengartikulasikan kemampuan dan gerakan di institusi-institusi yang telah didirikan Muhammadiyah seperti organisasi dan perguruan tinggi. “Dalam konteks Muhammadiyah, tentu kita harus punya patokan untuk artikulasi politik kader-kader muda kita sehingga kader-kader muda ini bisa berkiprah untuk bangsa dan negara,” kata Haedar. (bst)