Muhammadiyah Mampu Gerakkan Ekonomi Nasional

Muhammadiyah Mampu Gerakkan Ekonomi Nasional
Temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) di Hotel Garden Palace Surabaya. foto:hidayatullah

Muhammadiyah dengan modal jaringannya, sumber daya manusia dan aset yang dimilikinya diyakini memiliki kemampuan untuk menggerakkan perekonomian Indonesia. Ini dengan sarat Muhammadiyah mampu untuk mensinergikan semua potensinya untuk turut mempengaruhi kebijakan pemerintah, menggerakkan jaringan amal usahanya dan aktivisnya bergerak fokus pada usaha sektor riil.

Hal ini disampaikan oleh ekonom yang juga Pengurus Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Temu Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) di Hotel Garden Palace Surabaya, Sabtu( 12/12/2015).

Hendri menceritakan, Pemerintahan  Joko Widodo saat ini memang sangat berbeda dengan pemerintahan sebelumnya. Pemerintah sebelumnya fokus pada pengembangan sektor keuangan karena Indonesia memiliki sumber daya alam dan perkebunan yang masih melimpah dan ekonomi dunia sedang tumbuh membaik. Dampaknya,  pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat didukung oleh banyaknya eksport sumber daya alam seperti batu bara, hasil hutan, gas, sawit dan lainnya yang harganya di pasar dunia sedang membaik.

Namun kondisi pasar dunia saat ini kurang mendukung untuk eksport barang-barang komoditas hasil sumber daya alam dan perkebunan yang sedang jatuh karena pertumbuhan ekonomi dunia sedang lesu.  Dalam lima tahun ke depan, Muhammadiyah harus mengambil peran-peran ekonomi itu jika ingin ormas Islam ini memainkan peran ekonomi sebagai pilar ketiga yang akan dikembangkan, selain pilar pendidikan dan kesehatan.

Hendri pun menyarankan agar  kader Muhammadiyah menekuni empat pilar pengembangan ekonomi  dalam nawa cita Presiden Joko Widodo, yakni di sektor maritim, pertanian, infrastruktur, dan sektor energi. Termasuk juga, Muhammadiyah mengambil peran dalam pengembangan wisata syariah yang saat ini peluangnya sangat besar. Sektor wisata yang menjadi bagian pengembangan sektor maritim, pemerintah sudah membuat  peraturan dengan membebaskan visa bagi warga negara asing dari 90  negara.

‘’Pertanyaanya, kalau sudah banyak turis yang datang ke Indonesia, kemudian disuruh apa, melihat apa, membeli apa. Nah, inilah yang belum banyak digarap tentang obyek wisata di dalam negeri dan Muhammadiyah bisa berperan dalam pengembangan obyek wisata ini,’’ jelasnya.

Hendri yang juga tim ekonomi Presiden Joko Widodo meminta Muhammadiyah ikut mengambil peran dalam pengembangan desa yang di tahun 2016, pemerintah mengucurkan  dana 43 triliun untuk dana desa. Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki peluang berperan dalam turun membangun desa, misal membuat ide pengembangan bisnis desa, badan usaha milik desa, hingga pelatihan kewirausahaan ke masyarakat.

Di hari kedua Temu Saudagar Muhammadiyah, panitia juga mendatangkan narasumber lain seperti CEO Wardah Nurhayati Subakat dan CEO Kopi kapal Api Soedomo, konsultan  marketing Kresnayana Yahya dan konsultan pengembangan  usaha dari Fortia Wempi Sitepu. Mereka melihat bahwa Muhammadiyah bisa berperan maksimal asalkan bersatu dan bersinergi satu sama lain. Dengan bersinergi, maka Muhammadiyah akan menjadi kekuatan ekonomi yang sangat besar, baik sebagai obyek dan subyek usaha. (wh)