Mudik Lebaran 2016, Polda Jatim Kerahkan 12.310 Personel

Mudik Lebaran 2016, Polda Jatim Kerahkan 12.310 Personel

AKBP Harri Sindu Nugroho, Kabag Binops Dirlantas Polda Jatim dan Kresnayana Yahya, Chairperson Enciety Business Consult pada acara Persperctive Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (24/6/2016) – foto: arya wiraraja/enciety.co

Polda Jatim bakal memaksimalkan peralatan CCTV (Closed Circuit Television) dalam pelaksanaan mudik Lebaran 2016. Selain sebagai sebuah sarana pengawas, CCTV juga digunakan sebagai pemandu bagi masyarakat dalam menjalankan tradisi mudik Lebaran 2016 ini.

“Selain itu, kami juga telah mempersiapkan 12.310 orang personel yang nantinya bakal bersiaga ketika mudik Lebaran 2016. Dari jumlah tersebut ada 2.705 orang personel yang khusus dipersiapkan untuk menjaga ketertiban lalu-lintas,” ulas dia dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (24/6/2016).

Ia mengaku, berbagai persiapan telah dilakukan oleh Polda Jatim, di antaranya dengan berkoordinasi dengan Pihak Balai Besar Jalan Nasional,  Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perhubungan untuk pengamanan mudik Lebaran 2016.

“Sejauh ini tidak ada kendala terkait infrastruktur jalan yang nantinya bakal menjadi jalur arteri mudik. Namun, ada satu jalan yang nantinya harus dihindari oleh para pemudik, yaitu jalan yang akan menghubungkan antara Ponorogo dan Pacitan. Hal itu dikarenakan terputusnya jembatan yang ada,” paparnya.

Agar dapat menghadapi hal tersebut, ia menjelaskan jika pihaknya tidak bisa menggunakan perangkat CCTV karena jalur tersebut terletak di jalur yang dapat dikatakan masih dipelosok.

”Untuk dapat memandu pemudik dalam menemukan jalur alternatif, kami bakal menurunkan beberapa personel yang berjaga di area tersebut,” ulas dia.

Dengan kata lain, berbagai cara telah dilakukan oleh kepolisian untuk dapat mengamankan arus mudik dan balik pada Lebaran 2016 ini. “Kami terus berupaya semaksimal mungkin dalam menghadirkan kenyamanan untuk masyarakat. Untuk itu, dalam kesempatan ini kami meminta kepada masyarakat untuk dapat bekerjasama dalam mewujudkan hal tersebut. Sehingga, hal-hal yang tidak kita inginkan tidak akan tyerjadi dalam pelaksanaan mudik 2016 ini,” tandasnya.

Sementara Penggunakan gadget yang ditambah dengan perkembangan IT dapat membantu mengurangi kepadatan yang terjadi ketika pelaksanaan mudik 2016.

“Dengan penggunaan gadget kita dapat memilih jalur yang tepat ketika kita melakukan tradisi mudik yang jatuh pada hari H-7 hingga hari H-1 Lebaran,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya

Kata dia, perkembangan gadget yang sering kita gunakan sangat berguna untuk dapat memandu kita dalam menentukan jalur mudik yang tepat.

Contohnya, ketika kita memantau media social seperti facebook, twitter dan lain sebagainya, dapat diketahui jalur-jalur mana saja yang terpantau padat.

“Lalu, dengan menggukan panduan google map misalnya, kita dapat menentukan jalur mana yang dapat kita ambil untuk dapat menghindari kepadatan tersebut,” terang Kresnayana yang juga merupakan dosen statistika  ITS Surabaya itu.

Dia juga memperkirakan, jika titik-titik kemacetan bakal semakin berkurang. Ini seiring dengan perkembangan pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan pemerintah belakangan ini. (wh)