Mudik 2016, Dinkes Jatim Siapkan 1.112 Posko Kesehatan

Mudik 2016, Dinkes Jatim Siapkan 1.112 Posko Kesehatan

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dan Ansarul Fahrudda (Kabid Pengendalia Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim) dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (1/7/2016). Foto: arya wiraraja/enciety.co

Dinas Kesehatan Jawa Timur telah menyiapkan 1.112 Posko Kesehatan pada mudik Lebaran 2016. Posko-posko kesehatan tersebut akan ditempatkan di setiap 30 km yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur. Di antaranya, Ngawi, Madiun, Jember, Lumajang, dan Banyuwangi.

Kami juga menyiagakan 235 mobil Ambulance yang tersebar di titik-titik pos kesehatan yang ada tersebut. Selama masa mudik, kami juga telah menambah petugas medis yang jumlahnya sekitar 45 ribu orang. Itu kami lakukan karena untuk menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat yang sedang melakukan kewajiban silaturahimnya,” tutur Ansarul Fahrudda, Kabid Pengendalia Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Jatim, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (1/7/2016).

Tak hanya itu saja, Dinkes Jatim juga telah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Jasa Marga, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan pihak kepolisian guna mensukseskan program Zero Accident saat mudik 2016 yang digagas oleh Pemerintah.

Ansarul menengaskan, sebelum memasuki hari H-7 Lebaran 2016 ini, pihaknya telah meyosialisasi cek kesehatan bagi para supir bus antarkota.

“Cek kesehatan yang kami lakukan bukan hanya memeriksa tekanan darah dan kandungan dalam darah saja, tapi juga tes urin para driver. Hal itu kami lakukan karena untuk memastikan agar para driver itu bebas atau tidak mengonsumsi narkoba dan alkohol,” ulasnya.

Kata dia, para driver yang kedapatan menggunakan narkoba atau alkohol akan diberi sanksi tegas. Surat surat teguran dan rekomendasi akan disampaikan perusahaan tempatnya bekerja.

“Namun, dalam pemeriksaan yang kami lakukan sebelum hari H-7 lalu, kami tidak menemukan adanya zat-zat berbahaya dalam kandungan darah dan urin para driver. Semoga saja tidak ada,” katanya. (wh)