Mudahkan Akses Pembangunan, Bappeko Surabaya Luncurkan “Urun Rembug”

Mudahkan Akses Pembangunan, Bappeko Surabaya Luncurkan “Urun Rembug”
Agus Imam Sonhaji. Foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Berbagai inovasi terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Yang mutakhir, Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya membuat aplikasi yang diberi nama “Urun Rembug”. Aplikasi ini disediakan agar masyarakat dapat menyampaikan usulan pembangunan secara online.

Kepala Bappeko Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan, masyarakat dapat mengakses dan memberikan usulan kepada Pemkot tentang pembangunan di alamat bappeko.surabaya.go.id/urunrembug.

“Karena secara online, maka masyarakat dapat mengakses aplikasi Urun Rembug di rumah masing-masing guna menyampaikan isu strategis,” kata Agus Imam Sonhaji, Selas (12/1/2016).

Nantinya, berbagai macam usulan dan isu strategis yang dihimpun dari masyarakat nantinya dijadikan acuan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2016-2021.

“Namun isu strategis yang disampaikan oleh masyarakat tersebut harus dipilah dan harus sejalan dengan visi dan misi dari bu Tri Rismaharini yang terpilih kemabli menjadi Wali Kota Surabaya 2015-2020,” ujarnya.

Ditambahkan pria berkacamata ini, tidak setiap masyarakat dapat menyampaikan usulan maupun isu strategis. Karena masyarakat yang ingin ikut Urun Rembug, harus memiliki nomor induk kependudukan (NIK) Surabaya.

Dan, penghimpunan usulan isu strategis diutamakan yang disampaikan kelompok masyarakat. Sebab, menurut Agus, Urun Rembug memang diperuntukkan bagi mereka yang mewakili suara komunitas, golongan atau kelompok. Jadi, isu yang diprioritaskan adalah yang punya dampak luas dan sifatnya yang berorientasi masa depan.

Namun demikian, suara-suara individu tetap dihimpun oleh Bappeko. Nantinya, aspirasi dari individu dikelompokkan ke dalam tema-tema tertentu. Tema yang paling banyak diusulkan juga mendapat perhatian yang sama layaknya suara kelompok masyarakat.

“Pengertian isu strategis itu harus berdampak luas bagi masyarakat. Jadi, masyarakat diharapkan bisa memilah-milah, mana isu strategis berskala kota dan mana permasalahan individu. Kalau lingkupnya kecil, dapat disampaikan melalui Musrenbang,” terangnya.

Penjaringan aspirasi via Urun Rembug ini juga dibatasi hingga awal Februari 2016. Setelah itu, Bappeko akan menyusun RPJMD 2016-2021. Usulan yang terpilih sebagai isu strategis akan ditampilkan di website Urun Rembug. Data usulan yang masuk melalui Urun Rembug ini juga dijadikan bukti bahwa pembangunan Surabaya ke depan berorientasi pada masyarakat.

“Usulan yang tidak diterima juga ditampilkan dengan disertai alasannya. Kami ingin semuanya terbuka dan fair,” tandasnya. (wh)