MPM Insurance Target Jaring 1 Juta Nasabah

MPM Insurance Target Jaring 1 Juta Nasabah

 

MPM Insurance menargetkan bisa menjaring 1 juta nasabah Sejak diluncurkan 1 Desember 2013 lalu. Tambahan itu diakui tidak berlebihan lantaran MPM Insurance tak hanya menggandeng pelanggan Honda, tetapi juga membidik Nissan.

“Sejak diluncurkan 1 Desember, kita menggaet sekitar 200 ribu nasabah, dan kami optimistis bisa meraup sekitar 1 juta nasabah,” ujar Direktur Keuangan MPM Insurance Wahjudi Soediyanto disela-sela peluncuran asuransi one heart card, Selasa (11/3/2014)

Ia lalu menjelaskan, rencana kerjasama dengan Nissan diperkirakan terealisasi pada semester kedua. Untuk tahun ini anak perusahaan PT PT Mitra Pinasthika Mustika itu tengah konsentrasi untuk mengucurkan asuransi Honda, properti, dan kargo.

Wahjudi menegaskan, tahun ini diharapkan bisa meraup 1 juta premi asuransi yang bisa diraup. Tentu saja asuransi itu diharapkan dari penjualan Honda untuk semua produk.

Dengan menggaet 1 juta nasabah, MPM Insurance berharap bisa meraup keuntungan dua kali lipat dari tahun lalu. Bila tahun lalu keuntungan yang berhasil digaet mencapai Rp 8 miliar, tahun ini diperkirakan laba yang didapat bisa mencapai Rp 16 miliar.

Untuk mendapatkan asuransi one heart card (ONH) cukup gampang. Setiap pembelian produk Honda langsung mendapat fasilitas ONH. Kelebihan yang diberikan ONH ini memberi asuransi kepada satu keluarga sesuai dengan kartu keluarga yang dimiliki pembeli.

Hanya ada dua kewajiban yang dibayar MPM Insurance kepada nasabah. Pertama bila nasabah mengalami kecelakaan hingga kematian atau kecelakaan yang mengakibatkan cacat permanen sebesar Rp 10 juta dan pembonceng mendapat Rp 5 juta. Selain itu masih ditambah biaya kematian masing-masing sebesar Rp 500 ribu bagi pengendara dan pembonceng.

Presiden Direktur PT MPM, Suwito mengatakan, asuransi ini untuk memberi perlindungan kepada keluarga Honda. “Apresiasi ini bentuk kepedulian Honda kepada konsumen. Tentunya ada ketentuan yang harus ditaati konsumen,” urainya.

Aplikasi yang diisi oleh korban kecelakaan harus sesuai dengan STNK, nomor mesin, dan kartu identitas lainnya. Demikian juga dengan masa berlaku kartu ini maksimal dua tahun. Bila ONH ini sudah mati, bisa dilakukan renewed (pembaruan).

“Kami tidak meminta adanya kecelakaan. Semua pengemudi wajib melakukan safety riding (berkendaraan dengan aman dan selamat). Keberadaan ONH ini untuk mengkaver pelanggan Honda,” tutup Suwito. (wh)