Mourinho, Inspirasi Pelatih Indra Sjafri

Mourinho, Inspirasi Pelatih Indra Sjafri

Sosok pelatih hebat seperti Jose Mourinho  menjadi inpsirasi Indra Sjafri. Meski secara fisik belum pernah bertemu, pelatih Timnas U-19 ini kesengsem dengan ketegasan dan cara  melatih  juru taktik asal Portugal tersebut.

Menurut Sjafri, selama membangun tim yang ditangani, Mourinho tak pernah bergantung pada pemain. Dia lebih suka membangun system dengan mempererat soliditas tim.  Ini terlihat baik saat di  Real Madrid, Inter Milan maupun Chelsea.  “Dia tidak pernah mengultuskan pemain. Baginya, tak ada cerita pemain lebih  besar dari tim,” tukasnya.

Metode itu sedikit banyak menjadi acuan Indra Sjafri dalam meramu tim. Pelatih asal Padang itu mengatakan, “Tidak pernah ada pemain ‘lebih besar’ dari klub atau tim itu sendiri. Popularitas sejalan dengan prestasi tim. Jika sekarang ada pemain timnas U-19 mendapat banyak pujian dari masyarakat Indonesia, semua terjadi atas kerja keras tim.”

Tak hanya Mourinho yang memberi inspirasi dalam memperlakukan pemain, secara kebetulan, Indra juga punya pengalaman pahit dalam soal itu.  Bagaimana sakitnya perasaan seorang pemain yang harus kalah karena adanya pemain titipan.

Ceritanya terjadi pada 1985 lalu. Saat itu, Indra Sjafri yang tercatat sebagai pemain PSP Padang mengikuti seleksi Timnas. Kendati miliki kemampuan cukup namun dia dicoret dalam seleksi tersebut. Usut punya usut, ternyata sistem pemilihan belum berdasarkan hasil pantauan pemandu bakat. Pemain yang direkomendasikan rata-rata berasal dari orang yang berhubungan baik dengan federasi atau pengurus cabang serta pengurus provinsi PSSI. “Dari situlah saya melihat ada sesuatu yang tidak beres. Bukan hanya di sepak bola Indonesia. Dalam segala hal seperti mau jadi pegawai dan semacamnya,” kenang Indra.

Dan ketika mendapat kesempatan sebagai pelatih, Ia tidak ingin pengalaman serupa dialami orang lain. Ia memiliki tekad untuk memperbaiki sepak bola. Setidaknya, sudah ia tunjukkan dengan mekanisme pemilihan pemain selama di timnas, mulai dari U-17, U-18, hingga U-19.

Indra Sjafri berusaha sekuat mungkin untuk memilih pemain dengan cara yang jujur. Menyaring pemain yang pantas untuk dipilih dengan standar prestasi.

Bayangan ini diharapkan bisa dilakukan oleh seluruh pembina sepak bola Indonesia. Jika kebiasaan titip menitip pemain memudar, Indra percaya sepak bola Indonesia bisa lebih berjaya.(ram)