Mourinho: Ballon d’Or Tak Bagus Buat Sepakbola

Mourinho: Ballon d’Or Tak Bagus Buat Sepakbola
Jose Mourinho/telegraph

Jose Mourinho menyebut ajang Ballon d’Or tak bagus untuk sepak bola. Menurutnya ajang pemilihan “Pemain Terbaik Dunia” itu lebih menonjolkan individualisme dan bukan kerja tim. Individualisme, kata Mourinho, bukanlah etos yang diinginkannya di Chelsea.

Pertengahan pekan lalu, Presiden UEFA, Michel Platini, menyebut seorang pemain Jerman sebagai sosok yang pantas menyabet Ballon d’Or mengingat keberhasilan negara tersebut menyabet gelar Piala Dunia. Tokoh asal Prancis ini tak memfavoritkan Cristiano Ronaldo.

Platini kemudian mendapat kritik dari kubu Real Madrid.  Dalam pernyataan yang dikeluarkan Jumat, klub raksasa Spanyol itu menyatakan jika bintang mereka, Ronaldo, adalah pemain yang paling pantas menyabet penghargaan itu. Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti juga mengecam pandangan Platini.

Perang pernyataan inilah yang kemudian dikomentari Mourinho. Menurutnya, obsesi klub dan pemain untuk menyabet Ballon d’Or tidaklah sehat dan juga tak menguntungkan. “Penghargaan seperti Ballon d’Or ini tidaklah bagus untuk sepak bola,” kata mantan pelatih Real Madrid dan Inter itu. “Inilah sebabnya saya tak peduli soal ini.”

“Kadang sepertinya kita mencari bintang, kita mencari beberapa pemain yang lebih penting dibanding pemain lainnya. Dan ini bukanlah kultur yang kami inginkan di klub,” kata pelatih asal Portugal ini.

Saya tak peduli soal ini namun ada. Hal ini ada sebagai konsekuensi dari bagusnya kerja tim. Jika mereka merasa seperti itu, oke. Ini bagus buat mereka,” paparnya.

Mou pun lantas menekankan mentalitas individual tidak terjadi di timnya. Di yakin para pemainnya juga tak terobsesi oleh hal seperti Ballon d’Or. “Saat saya melihat dua nama, Cesc Fabregas dan Eden Hazard, saya yakin mereka tak memikirkan hal seperti itu. Mereka hanya memikirkan tim, bagaimana bermain bagus dan mencoba memenangkan pertandingan,” ujar Mourinho.

Mourinho sendiri pernah mengdapatkan penghargaan individu. Setelah sukses mengantar Inter menyabet treble (Serie A, Piala Italia, dan Liga Champions) tahun 2010, dia lalu terpilih sebagai Pelatih Terbaik Dunia. Upacara penganugerahannya bersamaan dengan pemberian Ballon d’Or.  (bst/ram)