Modifikasi Menu Lontong Cap Go Meh

Modifikasi Menu Lontong Cap Go Meh

Menu Lontong Cap Go Meh hasil kreasi para pelaku UKM Pahlawan Ekonomi, Minggu (15/5/2016). foto:arya wiraraja/enciety.co

Dalam mengembangkan diri, para pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang tergabung dalam Pahalwan Ekonomi tidak pernah berhenti berkreasi. Pada Kali ini ratusan pelaku UKM cluster Culinary Business mengikuti pelatihan membuat kreasi lontong cap go meh.

Chef Supriyanto, coach Pelatihan Pahlawan Ekonomi, mengatakan  menu lontong cap go meh sekarang ini bukan hanya muncul pada perayaan hari besar umat Tioghoa saja.

“Saat ini, menu lontong cap go meh sudah menjadi salah satu menu favorit masyarakat Indonesia. Selain itu, nilai ekonominya tinggi,” ungkap Chef Pri, panggilan karibnya, di sela Pelatihan Pahlawan Ekonomi di Kaza City, Minggu (15/5/2016).

Kata dia, menu lontong cap go meh di dalamnya terdiri dari sambal goreng manisa, opor ayam, telor petis lading dan serundeng kacang kedelai. Untuk membuatnya harus disiapkan beberapa bahan dasar. Untuk membuat sambal goreng manisa dengan kuah santan harus disiapkan buah marisa yang telah dikupas memanjang, lengkuas, santan kental dan cabai rawit.

“Untuk telur petis lading kita membutuhkan telur yang telah direbus dan dikupas kulitnya, petis istimewa, cabai rawit, serai, garam, gula dan santan encer. Lalu, untuk membuat opor ayam, kita butuh bahan dasar berupa ayam yang telah dibersihkan, bawang merah, bawang putih, cabai, gula, garam, kemiri, daun jeruk, kencur dan serai,” urai dia.

Pri mengatakan, membuat lontong cap go meh yang harus diolah dulu adalah opor ayam, lalu sambal goreng manisa, telor petis lading. Setelah menu-menu tersebut rampung barulah membuat serundeng kacang kedelai. “Itu kita lakukan untuk dapat menghemat waktu memasak,” ungkap pria berkacamata itu.

Modifikasi Menu Lontong Cap Go Meh
foto:arya wiraraja/enciety.co

Ia lantas menuturkan, untuk membuat seporsi lonting cap go meh tidak butuh ongkos mahal. “Ongkos produksinya Rp 12 ribu. Kita bisa jual dengan harga Rp 18 ribu. Bahkan, di level menengah ke atas bisa kita jual dengan harga Rp 25 ribu,” jelas dia.

Pri berharap, adanya pelatihan ini para pelaku UKM mampu meningkatkan mutu produksinya. “Dengan mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi ini, para pelaku UKM dapat terus meningkatkan usahanya. Karenamereka harus dapat lebih kreatif dengan terus memodifikasi menu. Jika tidak, mereka bakal ditinggalkan oleh para pelanggannya,” tandasnya. (wh)