Mobil Dalam Negeri Mampu Bersaing dengan Produk Impor

Mobil Dalam Negeri Mampu Bersaing dengan Produk Impor
Pameran suku cadang diharapkan dorong industri otomotif dalam negeri.

Produksi otomotif dalam negeri masih belum bisa menunjukkan geliatnya untuk bersaing dengan produk impor. Ketua Asosiasi Industri Otomotif Nusantara (Asia Nusa) Ibnu Susilo mengakui masih banyak catatan yang harus diperhatikan oleh pemerintah.

Salah satu problem yang tengah dihadapi industri otomotif dalam negeri adalah keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur. Selain itu, pemahaman dan tingkat konsumtif masyarakat Indonesia terhadap produk-produk impor.

“SDM yang kita butuhkan adalah insiyur, desainer, dan teknisi yang masih kalah. Dampaknya adalah produksi yang kita hasilkan tidak sepenuhnya bisa bersaing dengan produk impor,” sebut Ibnu Susilo, saat dijumpai disela-sela INAPA (The2nd Eastern Indonesia International Auto Part, Accessories & Equip Exhibition) di Grand City, Surabaya, Rabu (27/8/2014).

Tetapi ia tidak menyebut semua produk dalam negeri kalah bersaing. Dalam pameran kemarin, dia menunjuk mobil dalam negeri, Komodo. Mobil tersebut memiliki teknologi tinggi. Dalam satu tahun mobil ini mampu memproduksi 100 unit dan dibeli oleh sejumlah perusahaan penting.

Sebut saja perusahaan tambang, perusahaan minyak dan gas, perkebunan, dan adventur. “Mobil ini memiliki mobilitas tinggi karena bisa menembus medan sulit sekalipun. Baik dalam kondisi banjir, hujan, hingga medan bergelombang, mobil ini mampu berakselerasi,” lanjutnya.

Asia Nusa berharap pemerintah pusat dan daerah bisa berpartisipasi membuka pasar untuk produk dalam negeri. Sebab, ke depan akan semakin banyak produk-produk dalam negeri yang menembus pasar domestik. Dengan geliat industri otomotif dalam negeri turut mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) produk-produk omototif seperti spare part.

“Betul, yang kita butuhkan saat ini adalah pemasaran produk IKM. Mereka (IKM) akan terbantu dengan memasarkan produk-produknya jika industri otomotif dalam negeri bergeliat,” timpal Kepala Bidang Industri Telematika Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Drajat Irawan.

Catatan yang dimiliki Disperindag Jatim ada 270 IKM yang memproduksi spare part otomotif. Dari jumlah tersebut, tidak semua terserap untuk industri otomotif dalam negeri. (wh)