Minim, Penghargaan terhadap Konsep Desain

Minim, Penghargaan terhadap Konsep Desain

Frangky Chandra.foto:arya wiraraja/enciety.co

Perkembangan teknologi menjadi penopang perkembangan dunia desain. Hal itu ditegaskan CEO Frank Amachi Group Frangky Chandra dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (12/4/2019).

“Contoh simpelnya jika presentasi dengan client, kita jadi mudah. Kurang lebih 90 persen gambar desain visual jika dibandingkan dengan contoh visual presentasi yang kita paparkan,” ungkap Frangky.

Frangky mengaku banyak kegiatan usaha yang ditekuni saat ini terbantu adanya kemajuan teknologi. Seperti konsultasi, rapat dengan client via digital, deal business, deal desain, sampai dengan pembayaran via digital.

“Semua dapat kita lakukan lewat dunia digital. Rata-rata client kita itu dari luar kota dan luar pulau. Bahkan, saya itu punya client dari luar pulau yang sampai sekarang saya belum pernah ketemu langsung dengan beliau. Padahal kita sudah jadi mitra kurang lebih 1 tahun,” terangnya lantas tersenyum.

Untuk memudahkan pihaknya dalam menjalankan segala aktivitas usaha, Frangky mengaku saat ini dirinya telah memiliki tim khusus yang menjalankan aplikasi.

“Jadi mulai dari pembukuan usaha, pemilihan bahan, perkembangan pengerjaan bahkan sampai meeting perusahaan kita lakukan via aplikasi,” tandas Frangky.


Budi Raharjo.foto:arya wiraraja/enciety.co

Hal senada disampaikan Budi Raharjo dari MGM Interior Design. Dia mengatakan dunia desain di Indonesia sampai saat ini sudah berkembang. Hanya saja yang menjadi satu kendala minimnya penghargaan terhadap konsep desain.

“Contohnya, kalau kita mau bangun ruang kerja, orang bakal menghargai jika ruangannya itu bagus dan sesuai seleranya. Bahasa sederhananya terima beres lah. Namun, jika kita bandingkan di Australia, untuk desain 1 view ruangan bisa dihargai USD 500, atau jika dikonversikan sekitar Rp 6,5 juta. Sedangkan untuk satu ruangan butuh rata-rata 3-4 view. Ya, bisa dibandingkan perbedaannya,” tegas dia.

Menurut Budiraharjo, kebutuhan desain ke depan bakal makin tinggi. Setiap produk, kemasan, ruangan, bangunan, dan lain sebagainya pasti membutuhkan desain. “Contohnya, tiap ruangan atau bangunan ini pasti butuh desain. Selain dapat membangun sebuah karakter, desain juga dapat digunakan relaksasi. Harapan saya, ya mudah-mudahan masyarakat kita ini sadar dengan pentingnya desain,” papar Budiraharjo. (wh)