Minim Dana, PLN Jatim Hentikan Penyambungan dan Tambah Daya

 

Minim Dana, PLN Jatim Hentikan Penyambungan dan Tambah Daya

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Distribusi Jatim menghentikan sementara penyambungan jaringan dan penambahan daya karena minimnya dana. Hal ini disebabkan dana untuk perseroan dari pemerintah belum diterima hingga Juni 2014.

Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jawa Timur Arkad Matulu mengakui, pengadaan sejumlah alat operasional pun terlambat. Sementara saat ini cukup banyak perusahaan yang membutuhkan pasokan energi baik yang tambah daya maupun sambungan baru.

“Ada sekitar 99 perusahaan baik tambah daya atau sambung baru yang tak bisa dilayani. Mereka sudah bangun gedung dan instalasi dan hanya tinggal disambungkan,” ungkap Arkad, Kamis (12/6/2014).

Dia menambahkan, dampak yang ditimbulkan menyambung dan penambahan listrik akan semakin panjang. Padahal sejumlah perusahaan yang sudah mengajukan penambahan dan sambung baru sudah membayar ke PLN.

Pola ini berbeda dengan tahun 2013, dimana PLN sudah mendapat pasokan dana dari pemerintah pada April 2013. “Sejauh ini belum ada informasi kapan dana pencairan dari pemerintah ini akan cair. Kami belum bisa memastikan kapan anggaran tersebut akan cair. Memang sedikit berbeda dengan tahun lalu,” kata Arkad.

Sebagai tindaklanjut, PLN Distribusi Jatim telah menyampaikan ke kantor pusat tentang kendala yang dihadapi. Salah satu langkah lain dengan membatasi permohonan sambung dan tambah daya baik online maupun ke kounter.

Arkad mengakui hal ini sangat berisiko, tetapi pihaknya memilih langkah ini guna mengurangi antrean semakin panjang. “Saat ini sudah diajukan ke pusat penghentian penerbitan register untuk pendaftaran online. Sehingga pemohon hanya dapat nomor agenda saja,” tegas Arkad.

Belum adanya kepastian anggaran cair, PLN juga belum bisa mengumumkan rencana kenaikan tarif dasar listrik yang direncanakan naik per-Juli 2014. “Sampai hari ini kami belum mendapat juklak maupun juknis tentang kenaikan tarif listrik. Jadi belum bisa kita sampaikan saat ini,” tutupnya. (wh)