Miliarder Inggris Rayu Jokowi Batalkan Eksekusi Mati

richard_branson

Desakan pihak luar pada Pemerintah Indonesia untuk membatalkan eksekusi mati duo Bali Nine terus berdatangan. Terbaru, miliarder Inggris Sir Richard Branson mendesak Presiden Jokowi membatalkan eksekusi tersebut. Bos Virgin Group ini menulis surat kepada Presiden untuk mengampuni dua terpidana mati asal Australia.

Dalam suratnya kepada Presiden Jokowi, Branson menyebut hukuman mati merupakan bentuk hukuman yang tidak manusiawi dan hukuman tersebut tidak berpengaruh pada perdagangan narkotika. Branson juga mengatakan bahwa pemberian pengampunan oleh Presiden merupakan tindakan terpuji, manusiawi, dan langkah pertama menuju reformasi yang dapat menjadi contoh berharga bagi seluruh kawasan Asia.

Selain Branson, surat itu ditandatangani mantan Presiden Brasil Fernando Henrique Cardoso yang menjadi pejabat Komisi Kebijakan Narkotika Dunia, serta mantan Presiden Swiss Ruth Dreifuss.

Tak hanya itu, Branson mengaku bersedia terbang ke Indonesia sesegera mungkin untuk menemui Presiden Jokowi untuk membahas mengenai nasib Myuran Sukumaran dan Andrew Chan. Sejauh ini, belum ada respons dari Istana Negara mengenai permintaan Branson. Branson bukan satu-satunya figur tersohor yang meminta agar Presiden Jokowi memberi pengampunan kepada terpidana mati kasus narkoba.

Sebelumnya, vokalis band metal Napalm Death Mark “Barney” Greenway menulis surat terbuka kepada Presiden Jokowi agar mengampuni Lindsay Sandiford, terpidana mati kasus narkotika dari Inggris. Perempuan berusia 56 tahun itu divonis mati pada 2013 di Bali karena membawa 4,7 kilogram kokain. Namun, dia mengklaim dipaksa untuk membawa zat terlarang itu oleh bandar narkotika yang mengancam akan membunuh anak-anaknya. (bbc)