Miliarder Australia Ini  Terancam Bangkrut karena Saham

andrew-forrest

Empat tahun lalu, miliarder Andrew Forrest adalah orang terkaya kedua di Australia. Saat itu, kekayaannya diproyeksi menembus USD6,9 miliar. Tapi kini, Forrest tampaknya harus menghadapi kenyataan kebangkrutan dan berpotensi menjadi korban terparah dari anjloknya harga komoditas. Dia pun terlempar dari daftar orang terkaya.

Seperti dilansir Forbes, Kamis (9/7/2015), jika kekayaan Forrest turun lebih dari USD1 miliar, maka ini adalah penurunan terbesar sejak dia mencatatkan banyak keuntungan dari boomingnya kebutuhan baja dari China, yang kini melemah. Tapi, masalah Forrest tidak hanya anjloknya harga iron ore, mineral yang diproduksi oleh perusahaannya, Fortescue Metal Group.

Dia juga tersandung anjloknya kurs dolar Australia. Pada 2011, ketika iron ore dijual seharga USD130 per ton, harga sahamnya mencapai USD6,9 per saham.

Tapi, sejak harga iron ore terpuruk ke USD55 per ton, dan dolar Australia melemah menjadi USD0,75, maka harga sahamnya kini hanya USD1,28 per saham. Artinya, Forrest yang memiliki 1 miliar saham Fortescue, mengalami penurunan nilai saham menjadi hanya USD1,28 miliar.

Sepanjang empat tahun terakhir, kekayaan Forrest sudah mengalami penurunan lebih dari 81 persen. Dan berpeluang terus mengalami pelemahan. (oke)