Milenial Harus Lebih Berani Hadapi Gig Economy

Milenial Harus Lebih Berani Hadapi Gig Economy

Ilustrasi foto: shutterstock

Kalangan millenial harus berani mengambil langkah menghadapi era baru Gig Economy melalui program Millenial Job Center (MJC) yang terus dikembangkan Pemprov Jatim.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) MJC Tahun 2022 di Hotel Arya Gajayana, Kota Malang, Rabu (9/3/2022) malam.

Kata dia, kunci yang harus dipegang milenial adalah embracing the reality atau menjemput realita di era Gig Economy. Milenial diharapkan bisa secara luas memanfaatkan peluang kerja tidak hanya menjadi seorang karyawan.

“Kata kuncinya adalah embracing the reality. Yaitu bahwa peluang kerja bagi generasi milenial kita tidak hanya dengan melamar sebagai karyawan, tetapi lebih berani mengambil peluang di era Gig Economy ini,” ungkap Emil

Dia menekankan bahawa ini saatnya perkerjaan freelance bukan lagi dianggap sebagai kerja serabutan. Tetapi lebih kepada pekerjaan yang mengutamakan skill atau keahlian personal.

“MJC ini adalah ekosistem Gig Economy agar generasi muda kita punya banyak kemampuan bekerja secara freelance,” ujar Emil.

Freelance itu jangan diartikan sebagai kerja serabutan. Tetapi adalah bekerja dengan skill,” imbuhnya.

Bukan tanpa alasan, Emil menyebut bahwa talenta-talenta yang tergabung di dalam MJC memiliki skill yang sudah teruji sehingga bisa dijadikan portofolio guna pengembangan karir di masa depan.

Selain itu, langkah besar yang turut menjadi tujuan utama dari MJC adalah menjadi wadah bagi para talenta untuk membantu pengembangan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui skill yang dimiliki.

“Diharapkan juga bisa menyalurkan talenta mereka untuk membantu UMKM kita memiliki daya saing untuk menjemput era baru, era marketplace,” lanjutnya.

Di akhir, Emil juga mendorong para talenta yang hadir malam itu, untuk tidak ragu dalam memberikan ide atau rekomendasi baru, hingga sekedar bertukar pikiran di ajang Rakor MJC 2022 ini.

“Tentunya kita ingin mendengar dari 100 talenta yang mewakili acara ini, apa saja harapan dan tantangan mereka yang kemudian bisa kita pertajam supaya program MJC ini bisa lebih baik ke depannya,” pungkasnya. (wh)