Microsoft segera Luncurkan Windows Baru

Microsoft segera Luncurkan Windows Baru
foto:imagicorps.com

Raksas software dunia, Microsofot segera merilis versi terbaru dari Wndows. Sebagai tahap awal, sistem operasi baru ini akan diungkap sedikit di kantor pusatnya, Amerika Serikat, Selasa (30/9/2014) waktu setempat.

Microsoft berharap sistem operasi terbaru mereka yang diharapkan bisa mengoreksi kesalahan strategi sebelumnya dan memberi visi baru perusahaan.

Software baru ini paling cepat baru akan dirilis tahun depan, namun dianggap sebagai langkah penting Microsoft untuk kelanjutan bisnisnya. Satya Nadella selama ini memprioritaskan perangkat mobile dan layanan berbasis internet sejak menjadi CEO Februari lalu.

Windows 8 dengan kendali sentuh seperti tablet telah menjadi jawaban Microsoft atas menurunnya penjualan personal computer (PC) karena tergerus ponsel cerdas dan tablet. Namun banyak pengguna tidak suka dengan perubahan radikal di Windows 8. Perusahaan riset IDC bahkan menuding Windows 8 mempercepat laju penurunan penjualan PC sejak diluncurkan pada Oktober 2012.

Menurut analisis lainnya oleh Net Applications, lima dari enam pengguna Windows menolak menggunakan Windows 8.

Windows 8 sendiri membawa fitur-fitur baru untuk PC termasuk fungsi touch-screen yang umum dipakai di tablet. Namun banyak pengguna PC mengalami kesulitan bernavigasi, terutama dengan keyboard dan tetikus kalau tidak ada PC layar sentuh.

Meski Microsoft menguasai industri PC, namun pasarnya nyaris tidak tumbuh. Nadella sebelumnya mengatakan dia ingin versi Windows berikutnya merupakan “sistem tunggal yang konvergen untuk layar semua ukuran.”

Microsoft saat ini memiliki tiga sistem utama — Windows 8 untuk komputer dan tablet tradisional, Windows Phone 8 untuk ponsel dan Xbox untuk konsol game. Pengembang harus menciptakan tiga versi aplikasi jika ingin menjangkau banyak orang. Dengan menyatukan sistem, para pengembang software bisa dengan lebih mudah menciptakan aplikasi multi perangkat. Pengguna juga tak perlu membeli aplikasi yang sama beberapa kali.

Sekarang ini, ketika Google dan Apple mulai mengembangkan sistem operasi sendiri untuk kalangan bisnis, Microsoft perlu meyakinkan pelanggannya Windows baru nanti layak dipakai. (bst/ram)