Meski Turun, Utang RI Masih Rp 2.500 T

 

Meski Turun, Utang RI Masih Rp 2.500 T

Total utang Pemerintah Indonesia pada akhir Maret 2014 tercatat sebesar Rp2.422,87 triliun. Angka ini tercatat turun sekira Rp5,76 triliun dibandingkan posisi utang RI pada bulan sebelumnya yang mencapai Rp2.428,63 triliun.

Pinjaman tersebut masih didominasi surat berharga negara (SBN) yang mencapai Rp1.750,70 triliun. Jumlah ini setara dengan 71,6 persen dari total utang RI. Demikian seperti dilansir dari keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Rabu (19/3/2014).

Mayoritas SBN berdenominasi Rupiah, yakni sebesar Rp1.341,78 triliun atau 54,5 persen, naik sekira Rp30,31 triliun dari bulan sebelumnya. Sementara yang berdenominasi valas tercatat Rp408,92 triliun atau 17,6 persen.

Sisa utang pemerintah berasal dari pinjaman luar negeri senilai Rp669,89 triliun. Jumlah ini setara dengan 28,3 persen dari total utang pemerintah.

Adapun utang luar negeri ini, berasal dari pinjaman bilateral seebesar Rp362,82 triliun, multilateral sebesar Rp267,02 triliun, komersial Rp39,75 triliun dan supliers sebesar Rp300 miliar. Sementara sisanya, berasal dari pinjaman dalam negeri yakni sebesar Rp2,28 triliun, naik dari bulan sebelumnya, atau setara dengan 0,1 persen.

Dengan demikian, dalam lima tahun terakhir ini (year-to-month), utang pemerintah telah bertambah sebesar Rp832,21 triliun atau setara dengan 52,31 persen. Adapun posisi utang pemerintah 2009 yakni Rp1.590. (oke/ram)