Meski Telah Dipisah, Kembar Siam Ponorogo Berisiko Meninggal

Meski Telah Dipisah, Kembar Siam Ponorogo Berisiko Meninggal
Operasi pemisahan kembar sial asal Ponorogo di RSUD Dr Soetmo. avit hidayat/enciety.co

Meski usai dipisah pada Rabu (20/8/2014) siang, namun kondisi kembar siam asal Ponorogo Aldi Wahyu Pratama dan Aldo Wahyu Pratama masih mengkhawatirkan.

Ketua tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu (PPKST) RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Agus Harianto menjelaskan kedua bayi harus menghadapi masa kritis pasca operasi nantinya.

“Sampai saat ini, (Rabu sore 20/8/2014) kami masih melakukan operasi penutupan luka,” katanya saat ditemui awak media di Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Menurutnya, dari kedua bayi yang memiliki berat 5,4 kilo gram tersebut, risiko terberat pascaoperasi dialami Aldi yang mengidap kelainan jantung. “Kami masih melakukan stabilisasi kondisi Aldi,” katanya.

Agus menilai, kondisi Aldi makin memprihatinkan. Lantaran Aldi mengalami infeksi saluran pernapasan. “Kita tetap berdoa, semoga tuhan memberikan mukjizat,” ujarnya.

Operasi kembar siam ke-59 tersebut juga dirasa lebih sulit dibanding operasi sebelumnya. Ini karena usia kedua bayi yang masih rentan yakni 2 bulan. Berat badan masing-masing bayi juga hanya 2,2 kg saja. “Padahal standar operasi dilakukan pada minimal bayi berusia 10 minggu dengan berat 5,2 kilogram,” katanya.

Sampai berita ini dilansir, operasi penutupan luka masih berjalan. Meski demikian Agus tetap mengkhawatirkan kondisi kedua bayi pasca operasi. “Kami melakukan pengawasan ekstra, termasuk luka dan fungsi organ tubuh kedua bayi,” tambahnya.

Agus mengkhawatirkan terjadinya pendarahan, sock, payah jantung, gagal fungsi organ tubuh, hingga resiko infeksi pernapasan. “Sekarang Aldi masih operasi di ruang 607 dan Aldo di ruang 609,” pungkasnya. (wh)