Meski Tak Jadi Menteri, CT Janji Tetap Bantu Jokowi

 

Meski Tak Jadi Menteri, CT Janji Tetap Bantu Jokowi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung menutup rapat tawaran menjadi menteri kembali di era pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Dia bertekad ingin balik lagi mengurus kerajaan bisnisnya.

“Dari awal saya bilang akan kembali ke dunia saya karena saya punya tanggung jawab yang harus diselesaikan,” ungkap dia usai Acara Perpisahan di kantornya, Jakarta, Jumat (17/10/2014).

Meski begitu sebagai warga negara Indonesia, Pria yang akrab disapa CT itu berkomitmen membantu pemerintah baru. “Saya tetap akan membantu pemerintahan apapun posisi saya nanti dan di manapun saya berada,” tegasnya.

Mengenai sosok penggantinya, dia enggan berspekulasi dengan menyebut nama calon Menko Perekonomian walaupun beredar kuat nama Sri Mulyani sebagai kandidiat utama menjadi orang nomor satu di Kemenko Perekonomian.

 “Saya tidak mau sebut nama orang. Kita serahkan kepada Pak Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Tentu dia sangat mengetahui siapa kira-kira orang yang paling pas didapuk sebagai Menko Perekonomian,” tegas CT.

Pada kesempatan itu, CT juga mencatat prestasi SBY selama 10 tahun berkuasa bisa dirasakan di bidang ekonomi. Ada beberapa catatan angka yang menunjukkan keberhasilan pemerintahan SBY.

“Kita sama-sama rasakan, banyak kemajuan yang dicapai khususnya di bidang ekonomi dalam 10 tahun ini. Contohnya, APBN 2004 kita belum sampai Rp 400 triliun, tapi target tahun depan menembus lebih dari Rp 2.000 triliun,” ucap Chairul di kantornya, Jakarta, Kamis (17/10/2014).

Lebih jauh dia menyebut, pendapatan per kapita di Indonesia melonjak tajam menjadi USD 4.000 per kapita saat ini. Pencapaian lain, sambungnya, angka kemiskinan dan pengangguran merosot. “Tandanya ada kesejahteraan,” tuturnya.

Namun demikian, dirinya meyakini ketidaksempurnaan ada di pemerintahan SBY baik Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I dan Jilid II. Hal ini perlu dibenahi oleh pemerintahan mendatang, seperti dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.

“Tapi untuk mewujudkannya tidak bisa selesai di satu pemerintahan saja. Tetap harus dilanjutkan, yang kurang baik diperbaiki, dan yang sudah bagus dilanjutkan,” harap CT.

Dia mencontohkan, pemerintahan Jokowi perlu mempercepat pembangunan infrastruktur ke depan walaupun pemerintahan SBY telah bekerja keras untuk menggenjot sektor yang selama ini tulang punggung ekonomi Indonesia.

“Harus dipercepat dan diperluas lagi. Sesuatu yang sudah inklusif perlu lebih inklusif agar gini rasio tidak terus berkembang, mengecil dan perbedaan antara yang kaya dan miskin tidak terlalu jauh. Kita berharap semua penduduk Indonesia kaya,” tegas CT. (lp6/ram)