Meski Resesi, Perekonomian Indonesia Diprediksi Membaik pada 2020

Meski Resesi, Perekonomian Indonesia Diprediksi Membaik pada 2020

Hermanta dan Doddi Madya Judanto. foto: arya wiraraja/enciety.co

Tahun 2020 mendatang, perekonomian Indonesia diprediksi makin membaik. Meski pun banyak negara di dunia mengalami resesi ekonomi.

“Optimisme di 2020, ekonomi Indonesia dapat tumbuh sekitar 5,11 persen. Kami percaya, perlemahan ekonomi yang saat ini dialami Indonesia dalam kurun beberapa waktu terakhir ini tidak akan bertahan lama,” kata Direktur Utama Enciety Business Consult Doddi Madya Djudanto, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (15/11/2019).

Menurut Doddi, ada dua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Yaitu, faktor ekternal dengan adanya perang dagang antara Amerika dan China. Faktor internal, perekonomian Indonesia sangat dipengaruhi pertumbuhan berbagai sektor perekonomian strategis. Di antaranya sektor industri.

Direktur Kepala Group Advidsory & Pengembangan Ekonomi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Harmanta mengatakan, pihaknya memiliki beberapa program seperti East Java Investival yang membuat kondisi perekonomian domestik makin bergairah.

Kondisi perbankan triwulan III dari sisi intermediasi penurunan suku bunga Bank Indonesia diikuti dengan penurunan suku bunga bank. Terkait NPL (Non Performing Loan) Bank Indonesia mengindikasi ada peningkatan pertumbuhan sampai 2,6 persen. “Namun, angka ini dapat diartikan masih dapat terkendali,” cetusnya.

Harmanta menambahkan, Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas perekonomian nasional. Di antaranya dengan menggunakan mata uang lokal untuk transaksi ekspor dan impor.

“Bank Indonesia telah berupaya melakukan sosialisasi dan kerjasama dengan beberapa negara. Di antaranya, Thailand, Malaysia, dan Philippina untuk tidak menggunakan mata uang US Dollar. Langkah ini dikenal dengan Local Currency Settlement (LCS). Jadi kita ingin perekonomian kita ini tidak bergantung mata uang US Dolar,” tandas Harmanta.

Untuk Produk Domestik Bruto (PDB) secara nasional, imbuh dia, Bank Indonesia menargetkan di kisaran angka 5,0 persen sampai 5,4 persen. Hingga akhir 201, Bank Indonesia memprediksi angkanya sekitar 5,1 persen.

“Hal ini dikarenakan pertimbangan dampak dari kenaikan suku bunga dan berbagai kebijakan lain yang sudah kita lakukan. Prospeknya positif namun tidak tajam,” kupasnya.

Terkait Inflasi, kata Hermanta, tantangan yang dihadapi perekonomian nasional makin besar. Saat ini, Bank Indonesia menargetkan nilai inflasi ada di angka 3 persen.

“Kami tetap optimis, ke depan perekonomian kita bakal makin baik. Salah satu faktornya banyak potensi perekonomian yang bisa kita gali,” pungkas Hermanta. (wh)