Meski Ditutup, Praktik Prostitusi Bangunsari Masih Marak

 

Meski Ditutup, Praktik Prostitusi Bangunsari Masih Marak

Kendati telah ditutup pada akhir tahun lalu, eks lokalisasi Dupak Bangunsari masih saja ada yang beroperasi. Seperti yang terpantau Selasa (8/7/2014) lalu, spanduk dan baliho esek-esek masih banyak dijumpai di sepanjang gang Bangunsari.

Ketua DPC Muhammadiyah Bangunsari Arif An mengakui, beberapa bulan terakhir, aktivitas prostitusi kian santer saja. Pasalnya, eks lokalisasi yang dulunya ditutup langsung oleh Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri itu dirasa percuma lantaran kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

“Langkah-langkah pemkot sudah tepat dengan memberikan saku sebesar Rp 3 juta kepada PSK dan memberikan pelatihan serta modal usaha. Namun tetap ada saja PSK yang berani bukan praktik,” katanya.

Modusnya saat ini, diungkapkan oleh Arif An memang tak terang-terangan, tapi kedok esek-esek itu mudah tercium lantaran banyaknya tempat karaoke yang masih buka. “Belum lagi wisma dan kos-kosan yang saat ini sudah berubah menjadi tempat prostitusi,” ujarnya.

Pria yang giat dalam pemberantasan prostitusi Bangunsari di wilayahnya itu pun mengingatkan agar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) rutin melakukan pengawasan dan penertiban.

“Di sini sekarang sudah jarang ada penertiban, karena hanya konsentrasi pada eks lokalisasi Dolly dan Jarak,” katanya.

Sampai berita ini diunggah, enciety.co sudah berupaya menghubungi Kepala Satpol PP Surabaya, Irfan Widiyanto. Namun tidak kunjung mendapat tanggapam. Pesan yang disampaikan lewat ponselnya pun tidak dibalas. (wh)