Dahlan: Merpati Harus Bikin Anak Usaha Baru

Dahlan:  Merpati Harus Bikin Anak Usaha Baru

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan memerintahkan agar PT Merpati Nusantara Airlines segera membentuk anak usaha baru. Anak usaha baru di bidang penerbangan ini nantinya akan ditawarkan kepada pihak lain untuk melakukan kerja sama operasi. Upaya ini dilakukan sebagai langkah penyelamatan maskapai pelat merah itu.

”Sudah menjadi keputusan Menteri Koordinator Perekonomian bahwa Merpati tidak boleh ditutup. Oleh karena itu, kita harus mencari cara bagaimana menyelamatkannya. Sekarang kami sudah menemukan cara baru ini. Jadi, Merpati membuat anak perusahaan baru yang tidak terkait dengan beban utang induknya. Lalu anak usaha ini harus mencari partner untuk kerja sama operasi,” kata Dahlan Iskan di kantor Menteri BUMN, Jakarta.

Pembentukan anak usaha baru ini sesuai dengan masukan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang saat ini ditugasi menangani masalah Merpati.

”PPA bilang, Merpati tidak akan laku dijual karena utangnya kebanyakan. Buat operasi sendiri juga berat. Sementara Menko Perekonomian sudah memutuskan untuk tidak menutup Merpati. Dengan anak usaha baru ini, yang tidak dibebani oleh kewajiban Merpati, diharapkan Merpati bisa bangkit perlahan. Setidaknya ada uang untuk operasional dulu,” kata Dahlan.

Untuk membentuk anak usaha baru, Merpati Maintenance Facility dan Merpati Training Center dipisahkan dulu dari Merpati. Kedua institusi ini berada di bawah pengawasan PT Perusahaan Pengelola Aset. Kemudian induk perusahaan Merpati membentuk anak usaha baru.

”Saya sudah bilang kepada Merpati sejak 10 hari yang lalu. Merpati harus bisa mencari partner dalam waktu tiga bulan ini,” ujar Dahlan. (kom/bh)