Merger, Samsung Group Lahirkan Perusahaan Bernilai USD 31 Miliar

Merger, Samsung Group Lahirkan Perusahaan Bernilai USD 31 Miliar
sumber foto: samsungcnt

Samsung Group mengambil langkah besar jelang transisi kepemimpinan dalam internal perusahaan. Samsung akan menggabungkan perusahaan induk de facto-nya dengan perusahaan konstruksi dan perdagangan milik perusahaan asal Korea Selatan ini.

Merger berbentuk tukar guling saham ini, akan menyatukan Cheil Industries Inc dan Samsung C&T Corp. Transaksi tersebut akan menciptakan sebuah perusahaan dengan pendapatan tahunan 34 triliun won Korea atau USD31 miliar.

Yang terpenting bagi masa depan Samsung Group, pemegang saham terbesar perusahaan baru nantinya adalah Lee Jae-yong, dengan 16,5 persen saham. Lee, atau yang dikenal dengan “Jay Y,” adalah pewaris generasi ketiga dari garis keturunan pendiri Samsung. Ia juga wakil presiden komisaris di unit tumpuan grup, Samsung Electronics Co.

Dalam beberapa minggu terakhir, perusahaan telah bermanuver dengan giat untuk merapikan struktur kepemilikan saham Samsung yang rumit. Kini, sekitar 70 afiliasi terlibat dalam jaring kepemilikan saham yang saling silang.

Awal bulan ini, Lee ditunjuk sebagai ketua dua yayasan amal Samsung. Ia menggantikan ayahnya, Lee Kun-hee, yang masih belum sepenuhnya pulih dari serangan jantung Mei silam.

Perusahaan hasil merger, yang dinamakan Samsung C&T, akan menjadi satu-satunya pemegang saham mayoritas Samsung BioLogics yang bergerak di bidang biofarmasi, menurut pernyataan dari perusahaan. Bisnis ini “siap memanfaatkan peluang yang tumbuh dari pasar biofarmasi global yang tengah berkembang pesat,” ujar Samsung dalam pernyataannya.

Bioteknologi adalah area investasi kunci Samsung Group yang diprediksi akan terangkat ketika Lee memimpin Samsung. Cheil, perusahaan induk de facto saat ini, menjalankan bisnis mode dan taman hiburan. Samsung C&T, berdiri pada 1938, adalah unit konstruksi dalam grup. (wsj)