Merasa Ditipu Rp 1,4 T, Pedagang Pasar Turi Wadul Wali Kota

Merasa Ditipu Rp 1,4 T, Pedagang Pasar Turi Wadul Wali Kota
: Ratusan Pedagang Pasar Turi yang tergabung dalam Gerakan Pedagang Pasar Turi Surabaya Korban Kebakaran (GPPSKK) melakukan aksi di depan DPRD dan Balai Kota Surabaya, Rabu (11/3/2015) siang. avit hidayat/enciety.co

Ratusan Pedagang Pasar Turi yang tergabung dalam Gerakan Pedagang Pasar Turi Surabaya Korban Kebakaran (GPPSKK), Rabu (11/3/2015), meluruk gedung DPRD dan Balai Kota Surabaya. Aksi ini mereka lakukan lantaran para pedagang di pasar Turi merasa ditipu dan dirugikan investor PT Gala Bumi Perkasa (GBP) hingga Rp 1,4 triliun.

H Syukur, koordinator pedagang Pasar Turi, menegaskan bahwa berbagai modus pemerasan dilakukan terus menerus PT GBP. Dia lagi-lagi dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa PT GBP menghalalkan segala cara untuk bisa memeras pedagang pasar turi.

“Bahkan sampai ada pedagang yang sampai meninggal karena diperas terus hartanya oleh Henry J Gunawan (Direktur PT Gala Bumi Perkasa). Tidak hanya itu para pedagang juga banyak yang menggadaikan rumah dan kendaraannya. Kalau ditotal, pengeluaran para pedagang diperkirakan mencapai Rp 1,4 triliun,” tegasnya saat ditemui di DPRD Kota Surabaya.

Syukur juga membeberkan, sesuai fakta di lapangan, Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang harusnya diperuntukkan Pedagang Pasar Turi ternyata disalahgunakan oleh PT GBP. Dari hasil studi kelayakan yang dilakukan Kantor KJPP Chalimatus, keuntungan PT GBP bisa mencapai Rp 1,4 triliun.

Padahal, katanya, pembangunan Pasar Turi dilakukan di atas tanah seluas 2,7 hektare milik Pemkot Surabaya. “Itu tanah pemkot, dan yang membangun gedung sebesar itu sebenarnya bukan PT Gala Bumi Perkasa, tapi kami para pedagang. Faktanya, setelah kami tidak membayar uang denda yang ditetapkan mereka, praktis tidak lagi yang meneruskan pembangunan gedung,” tegasnya.

Untuk itu, Syukur bersama ratusan pedagang yang membawa berbagai atribut untuk mengambil alih Pasar Turi Baru dan meminta Pemkot Surabaya dan DPRD Kota Surabaya bersatu padu untuk membongkar KKN dan mengambil alih seluruh pengelolahan Pasar Turi. Hal itu dirasa karena telah melanggar hukum dan melukai rasa keadilan pedagang.

Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya BF Sutadi berjanji segera merespons dan melaporkan permasalahan ini ke Ketua DPRD Surabaya Armuji. Pihaknya menganggap, jika apa yang dituduhkan Pedagang Pasar Turi bahwa PT GBP menarik uang hingga Rp 1,4 triliun, maka itu sebuah pelanggaran.

“Kita harus selidiki dan teliti dulu. Makanya setelah 21 Maret mendatang Pedagang saya minta datang kembali untuk menyerahkan bukti-bukti. Kami tidak ingin berdasarkan asumsi saja. Jadi misalnya itu benar maka PT Gala Bumi Perkasa itu seperti makelar saja, karena sebenarnya yang membangun pasar itu para pedagang,” tegasnya.

Setelah puas memberikan aspirasinya di DPRD Kota Surabaya, massa yang didominasi ibu-ibu dan bapak-bapak ini kemudian bergerak ke Balai Kota. Dengan dikawal ratusan personel dari Polrestabes Surabaya, pedagang bergerak secara tertib dan berorasi di samping Balai Kota, tepatnya jalan Sedap Malam Surabaya. (wh)