Meracik Wotie Dim Sum saat Imlek

Meracik Wotie Dim Sum saat Imlek

Pelatihan makanan dan minuman Pejuang Muda Surabaya di Kaza City, Sabtu (28/1/2017). Foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Imlek 2017 ini, ratusan para anak muda Surabaya yang tergabung dalam Pejuang Muda Surabaya mengikuti pelatihan membuat wotie dim sum di Kaza City, Sabtu (28/1/2017).

“Cuaca saat Imlekaakan hujan. Menu ini sangat cocok dikonsumsi untuk menjaga kesehatan tubuh,” terang Chef Titin Triwahyuningsih, mentor pelatihan makanan dan minuman Pejuang Muda.

Kata dia, pada wotie dim sum, bahan dasarnya yang dibutuhkan selain tahun selain jahe adalah tepung teringu, telur, daging ayam kukus yang telah dicincang dadu, sayur sawi putih, garam, merica, minyak wijen dan gula sebagai penyedap rasa.

“Dapat dikatakan, menu wotie dim sum ini termasuk menu makanan sehat. Karena mulai dari bahan dasar hingga cara pembuatannya yang hanya melalui proses pengukusan saja,” tutur dia.

Untuk membuat satu resep menu sehat tersebut, jelas Titin, membutuhkan modal sekitar Rp 50 ribu. Dengan modal tersebut, kita dapat menghasilkan 10 porsi menu wotie dim sum yang dapat dijual Rp 10 ribu setiap porsinya,” pungkas dia.

Setelah selesai menjelaskan, Titin mulai mengajak para Pejuang Muda Surabaya untuk praktik dan berkonsultasi langsung dengan dirinya.

Siti Mufitriasih, anggota Pejuang Muda Surabaya yang ikut pelatihan, menuturkan dengan sistem pelatihan praktik langsung yang dilakukan, ia dapat secara mudah memahami materi yang disampaikan.

“Saat ini saya telah memiliki produk unggulan tahu berontak fantasi. Dengan mampu menciptakan menu tersebut, ke depan saya tidak sabar untuk menerapkannya di rumah,” cetus dia.

Siti mengaku tertarik membuat wotie dim sum karena ingin mengembangkan usahanya. “Selain harga bahannya terjangkau, menu ini saat ini sedang naik daun di wilayah tempat tinggal saya,” pungkas dia. (wh)