Meracik Susu Jagung yang Menyehatkan

Meracik Susu Jagung yang Menyehatkan

Pelatihan cluster home industry basic di Kaza City Mall. foto: arya wiraraja/enciety.co

Pelaku usaha Pahlawan Ekonomi Surabaya yang tergabung di cluster home industry basic kembali melanjutkan pelatihan membuat menu vegetarian. Kali ini mereka mendapat pelatihan meracik susu jagung.

Chef Sutini, mentor pelatihan, peserta pelatihan diajak praktik langsung membuat hingga proses pengemasan dalam botol.

“Pada pertemuan sebelumnya teori dan praktik mentoring. Sekarang kita langsung mengarahkan mereka mempraktikkan yang sudah kita bahas sebelumnya,” ujar Sutini, di sela pelatihan yang diadakan di Kaza City Mall, Minggu (27/10/2019).

Sutini lalu menjelaskan, selain punya nilai ekonomi tinggi, susu jagung juga punya rasa yang khas. Di pasaran, susu jagung belum banyak yang menjual.

“Produk ini punya pasar. Terutama para vegetarian. Rata-rata, mereka ini suka minuman yang sehat dan mengenyangkan. Susu jagung punya banyak kandungan serat yang baik untuk tubuh,” cetus Sutini yang juga staf pengajar Surabaya Hotel School (SHS) ini.

Sebagai referensi, Sutini menyebutkan harga pasaran susu jagung Rp 20 ribu per kemasan 250 mililiter. Produk ini lebih nikmat jika disajikan dalam keadaan dingin. Jika ingin nilainya meningkat, strategi pemasaran dapat dilakukan dengan model paket.

“Kita bisa kolaborasi dengan para pelaku usaha kuliner. Atau jika para peserta tepah memiliki menu makanan, bisa juga dibuat sistem paket pada makanan yang dijual,” tandas Sutini.

Sutini kemudian me-review kembali beberapa bahan yang digunakan untuk membuat minuman tersebut. Di antaranya jagung manis, susu cair, sari rumput laut gula secukupnya dan lain sebagainya. Sedangkan untuk teknik pembuatannya, yang harus dilakukan adalah menghaluskan jagung manis dengan cara diblender. Kemudian campurkan dengan susu yang telah dipanaskan dengan api kecil.

Selanjutnya, ombuh Sutini, tambahkan sari rumput laut dan gula secukupnya. Masak sambil diaduk supaya semua bahan tercampur dan tidak menggumpal. Saran dia, proses pengemasan dilakukan setelah produk tersebut dingin.

Jika produk tersebut dikemas dalam keadaan panas akan sangat menyulitkan. Selain itu, suhu panas juga berpengaruh pada kemasan,” pungkas dia. (wh)