Meracik Mie Ramen yang Bikin Demen

Pejuang Muda Meracik Mie Ramen yang Bikin Demen

Pejuang Muda Meracik Mie Ramen yang Bikin Demen

Ternyata, butuh ketrampilan khusus untuk bisa mengadopsi  kuliner khas luar negeri  agar cocok dengan lidah tanah air. Salah satunya mie Ramen  dari negeri Sakura Jepang.  Inovasi wajib dilakukan guna menggantikan bahan-bahan pokok yang tak tersedia di tanah air.  “Untuk itu, ketika kita membuat resep menu makanan asal luar negeri  juga membutuhkan sentuhan dari tangan-tangan yang kreatif yang berani berinovasi dengan mengganti beberapa bahan pokok, namun, tidak mengurangi rasa dari masakan yang dihasilkan,” ulas Herman Basuki, Koordinator Mentor Pelatihan Pejuang Muda Surabaya, Sabtu (25/2/2017).

Untuk dapat menghasilkan produk makanan dengan kualitas rasa yang sama seperti aslinya, puluhan anak muda yang hadir dalam Pelatihan pelatihan Food & Baverage Pejuang Muda Surabaya, diajak untuk praktik langsung membuat menu mie ramen khas negeri sakura.

“Kami ingin agar anak muda yang ikut dalam Pejuang Muda Surabaya mampu menghasilkan produk mie ramen yang telah kami modivikasi ini persis dengan resep yang kita bawakan ini. Karena jika komposisi bahan yang telah kami tentukan ini diubah lagi, maka hasil dari produk mie ramen yang dihasilkan bakal beda,” ujar Herman.

Menurut Herman, bahan dasar yang harus disediakan ketika ingin membuat menu inovatif teraebut diantaranya, sayur hijau, jamur, jahe, cabe merah besar, cabe rawit, merica, dan bawang putih. Lantas, untuk campuran resepnya, kita membutuhkan bahan dasar berupa udang, cumi-cumi dan jamur,”terang dia.

Menurut Herman, menu tersebut sangatlah pas diperuntukkan bagi market pasar anak muda.

“Anak muda adalah pasar yang sangat dinamis. Rata-rata selera mereka adalah menu-menu inovatif seperti yang saat ini sedang kita praktikkan. Kebanyakan, mereka juga tidak memperdulikan berapa harga yang kita bandrol. Jika produk itu enak, maka mereka bakal terus membelinya,” tutur Herman yang juga merupakan Direktur Marketing Surabaya Hotel School (SHS) itu.

Kata Herman, ada hal yang penting yang harus diperhatikan ketika ingin menyasar pasar anak muda. Diantaranya adalah tampilan produk yang menarik. “Dengan menghasilkan plating yang menarik, maka pelanggan anak muda yang kita sasar bakal dapat terjaring,”pungkas Herman. (ram)