Menyongsong MEA 2015, Risma: Koperasi Surabaya Harus Kuat

Menyongsong MEA 2015, Risma: Koperasi Surabaya Harus Kuat
Risma meninjau stan koperasi di Sentra Ikan Bulak (SIB), Minggu (7/9/2014). foto:humas pemkot surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak seluruh pengurus koperasi di Surabaya untuk mempersiapkan diri menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mendatang. Ini karena masyarakat Surabaya secara ekonomi akan berhadapan langsung dengan negara ASEAN.

“Kita tidak hanya sekedar melakukan kerjasama dengan mereka. Melainkan mereka bisa saja menguasai mata pencaharian kita. Makanya, kita perlu menyiapkan diri kita, secara personal maupun organisasi (koperasi),” tegasnya kepada saat memperingati Hari Koperasi ke-67 di Sentra Ikan Bulak (SIB), Minggu (7/9/2014).

Menurut Risma, koperasi di Surabaya harus tumbuh besar. Karena, kunci perekonomian di Indonesia terutama di Surabaya adalah koperasi. Karena itu, masyarakat maupun perusahaan besar di ASEAN tidak akan mudah menyerang perekonomian di Kota Pahlawan.

Tapi ini terjadi harus dengan konsistensi dan komitmen pemerintah dan masyarakat untuk mengandalkan koperasi. Ini kemudian, menurut Risma diperlukannya pengelolahan dari pengurus koperasi secara profesional.

“Untuk menuju ke sana, kita harus belajar pembukuan yang baik. Mengelola keuangan secara profesional dan seefisien mungkin. Supaya kita bisa menjadi besar,” ujarnya.

Menurut Risma, prinsip itulah yang dipegang teguh selama ini untuk membangun Surabaya agar lebih baik. “Itu yang saya lakukan memimpin Surabaya. Saya kontrol sendiri anggaran untuk dinas. Kenapa? supaya operaisonal kedinasan kecil sedangkan anggaran untuk pembangunan masyarakat bisa besar,” bebernya.

 Namun, lanjut Risma, koperasi tidak hanya fokus pada simpan pinjam saja. Melainkan harus ada inovasi dari pengurus untuk memajukan koperasi. Seperti harus bisa membuat produk sendiri untuk dijual.

Dengan begitu perputaran uang di koperasi akan semakin besar. Minimal menjual bahan kebutuhan sehari-hari. “Kalau ini sudah berjalan, potensi kita bisa bersaing secara ekonomi di negara ASEAN akan lebih besar,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Risma juga terlihat melakukan teleconference bersama dengan pengurus koperasi se-Surabaya. Risma memberikan apresiasi kepada pengurus koperasi sentra PKL Taman Prestasi.

Pada saat itu, salah satu pengurus koperasi Taman Prestasi melaporkan koperasi sentra PKL Taman Prestasi dibentuk pada Mei 2013. Modal awal Rp 15 juta, dengan jumlah anggota 30 orang yang memiliki fokus usaha simpan-pinjam dengan bunga 2 persen. Selama setahun omset koperasi tersebut sebesar Rp 30 juta.

“Bagus itu, Pak. Hanya butuh waktu setahun omsetnya sudah mencapai angka tersebut,” kagum Risma menanggapi laporan salah satu pengurus koperasi. (wh)