Menyambut Syawal, Pedagang Ketupat Laris Manis

Menyambut Syawal, Pedagang Ketupat Laris Manis
LARIS: Pedagang ketupat dadakan di Pasar Keputran. umar alif/enciety.co

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pasca Lebaran, di pasar-pasar tradisional di Kota Surabaya kini mulai dipenuhi oleh pedagang ketupat dadakan. Tidak saja daun janur yang dijual, tetapi juga sudah diwujudkan menjadi ketupat atau lepet. Seperti di Pasar Keputran, Pasar Kapas Krampung, Pasar Simo, dan Pasar Wonokromo ini.

Para penjual yang kebanyakan berasal dari Pulau Garam Madura nampak asyik membuat ketupat dari janur hijau. Setiap 10 ketupat diikat menjadi satu untuk dijual seharga Rp 7 ribu. Untuk daun janur yang belum dibuat ketupat atau lepet hanya dibanderol dengan harga Rp 2 ribu saja.

Siti, salah satu pedagang ketupat, mengatakan dirinya biasanya membuat ketupat janur waktu usai lebaran saja. “Budayannya makanan ini disajikan usai bulan Ramadan menyambut Syawal,” ujar dia saat ditemui enciety.co di Pasar Keputran, Jumat (1/8/2014).

Bisa juga makanan khas ini disajikan bagi warga yang telah menyelesaikan puasa Syawal 6 hari. Puncak penjualan ketupat diperkirakan terjadi pada Minggu (3/8/2014) esok.

“Sampai pesanan janur saya dari Lumajang tidak mencukupi. Kini saya minta dari daerah Blitar,” kata dia, lalu tersenyum.

Ketupat dan lepet ini sendiri sudah menjadi tradisi turun menurun bagi yang telah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Masakan yang mendampinginya adalah lontong, opor ayam, sambel goreng, serta bubuk kedelai. (wh)