Menuangkan Ide Kreatif Jadi Produk Bernilai Tinggi

Menuangkan Ide Kreatif Jadi Produk Bernilai Tinggi

Puluhan anak muda pelaku usaha diajak untuk mewujudkan ide kreatifnya menjadi sebuah produk yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Gambaran ini terekam dala pelatiha Pejuang Muda Surabaya di Kaza City, Minggu (18/3/2017).

Teguh Adi Prabowo, mentor pelatihan Pejuang Muda Surabaya menjelaskan, setelah sebelumnya ia mengajarkan bagaimana cara membuat aneka produk bunga berbahan spon karet matras, pada minggu ini dirinya kembali mengajarkan teknik pewarnaan pada produk kreatif tersebut.

“Untuk membuat bunga yang berasal berbahan spon karet matras ini sangatlah menarik. Setelah pertemuan sebelumnya kita hanya membuat bunga dengan warna dasar seadanya, dalam pertemuan kali ini kita mengajarkan bagaimana teknik pewarnaan agar bunga yang dihasilkan tersebut dapat terlihat lebih hidup, alami dan nyata,” tutur dia disela pelatihan yang dihelat di Kaza City, Sabtu (18/3/2017).

Kata dia, yang harus diperhatikan saat membuat produk handicraft ini adalah teknik menggunting dan teknik penempelan spon karet matras yang dipergunakan. Lalu, untuk membuat bunga berbahan spon karet matras ini dapat terlihat lebih hidup, alami dan nyata, para anak muda dapat menggunakan teknik penempelan dengan menggunakan bantuan seterika.

“Dalam proses penempelan, terlebih dahulu kita harus menggunakan teknik penempelan yang didahului oleh proses menyeterika bahan dasar yang kita pergunakan. Tujuannya adalah, kelopak bunga dan daun yang nantinya kita tempel bakal terlihat lebih nyata bentuknya,” ulas dia.

Selain itu, sambung Teguh, untuk dapat menghasilkan produk yang terlihat lebih nyata, para anak muda juga dapat menggunakan teknik pewarnaan dengan menggunakan cat semprot. “Pada proses finishing ini, kita dapat menggunakan teknik cat semprot. Agar hasilnya maksimal, kita juga harus pintar memilih dan memadupadankan warna cat semprot yang dipergunakan,” tegas Teguh.

kata dia, dengan mampu menghasilkan produk bunga berbahan spon karet matras yang terlihat hidup, para anak muda pelaku usaha Pejuang Muda Surabaya dapat membandrol produknya itu lebih mahal dari biasanya. “Harga pasaran per buahnya adalah Rp 5-10 ribu. Namun, ketika kita berhasil membuat produk tersebut lebih terlihat lebih hidup, alami dan nyata, maka kita dapat membandrolnya dengan harga Rp 15 ribu berbuahnya,” pungkas Teguh, lantas tersenyum.  (ram)