Menu Tradisional: Meracik Bubur Sumsum Mutiara

Menu Tradisional: Meracik Bubur Sumsum Mutiara

Chef Titin Triwahyuningsih, mentor pelatihan menciptakan menu bubur sumsum mutiara (19/03/2017).

Untuk melestarikan budaya khas Nusantara, kali ini para pelaku usaha yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi diajak untuk menciptakan menu bubur sumsum mutiara. Chef Titin Triwahyuningsih, mentor pelatihan menjelaskan, Menu bubur sumsum mutiara tersebut memang adalah menu tradisional. Namun menu ini kini sangat digemari oleh masyarakat. Hal tersebut dikarenakan menu ini sering dijadikan desert karena rasanya yang kuat.

Lantas, kata Titin, untuk membuat menu tersebut, bahan-bahan dasar yang dibutuhkan juga tidak terlalu ribet alias mudah ditemukan. Diantaranya adalah tepung beras, santan, gula, garam, sagu mutiara dan daun pandan.

“Selain komposisi bahan, yang harus diperhatikan dalam membuat menu bubur sumsum mutiara adalah dalam proses mencampur semua bahan,” kupas dia dihadapan ratusan peserta Pelatihan Pahlawan Ekonomi yang digelar di Kaza City, Minggu (19/3/2017).

Kata dia, agar tekstur bubur sumsum yang dihasilkan nantinya lembut dan halus, dalam proses mencampur semua bahan api yang digunakan haruslah api yang kecil. Menurut Titin, memang butuh ketelatenan untuk menghasilkan produk bubur sumsum mutiara ini.

“Selain menggunakan api kecil, untuk membuat menu bubur sumsum ini kita juga harus mengaduk adonan perlahan sampai matang. Hal tersebut dilakukan agar tekstur bubur dapat halus dan rasa dari bubur tersebut bakal semakin lembut,” terang Titin.

Dalam kesempatan itu, Titin juga menuturkan bahwa dengan membuat menu tersebut, para pelaku usaha Pahlawan Ekonomi dapat menghasilkan untung yang berlipat-lipat. “Untuk satu resepnya, kita hanya membutuhkan modal usaha sekitar Rp 50 ribu yang dapat menghasilkan 25 porsi bubur sumsum mutiara. Lalu, setiap porsinya  dapat dijual dengan harga Rp 3 ribu. Namun, jika kita jual dan packaging, produk tersebut ke dalam pasar kelas menengah atas, produk tersebut dapat laku terjual dengan harga Rp 10-15 ribu per porsinya,” ulas Titin mengakhiri.  (ram)