Menteri Susi Cabut SIUP Beberapa Perusahaan Kapal

Menteri Susi Cabut SIUP Beberapa Perusahaan Kapal
foto: kompas.com

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjatuhkan sanksi terhadap puluhan perusahaan yang terdiri atas pencabutan Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) hingga pencabutan Surat Izin Penangkapan Ikan/Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIPI/SIKPI). “Rincian sanksi administrasi terhadap 18 perusahaan tersebut adalah delapan SIUP perusahaan dicabut dan kedua, 82 SIPI/SIKPI kapal dari 12 perusahaan lainnya dicabut,” kata Susi di Jakarta.

Menurut menteri Susi, semua perusahaan itu sudah dipanggil dan penjatuhan sanksi administrasi untuk hasil analisis dan evaluasi (Anev) jilid I tidak berarti meniadakan kemungkinan sanksi administrasi bagi perusahaan yang tidak dicabut SIUP atau SIPI/SIKPI, jika kemudian hari ditemukan alasan yang kuat untuk itu.

Menteri Susi memaparkan, delapan SIUP perusahaan yang dicabut dari hasil analisis dan evaluasi (Anev) jilid I itu adalah PT Dwikarya Reksa Abadi, PT Aru Samudera Lestari, PT Pusaka Bahari, PTjaring Mas, PT Thalindo Arumina Jaya, PT Tanggul Mina Nusantara, PT Hadigdo, dan PT Biota Indo Persada.

Sedangkan hasil Anev jilid II adalah terhadap 12 perusahaan perikanan yang terbagi atas tujuh kelompok/afiliasi perusahaan yaitu PT Sino Indonesia Shunlida Fishing, Afiliasi Minatama Mutiara, S&T Grup, SLU Grup, PT Indojurong Fishing Industry, PT Starcki Indonesia, dan PT Ocean Mitramas. “Pelaksanaan Anev terhadap 12 perusahaan dilakukan berdasarkan sembilan kriteria kepatuhan operasional kapal,” tegas menteri Susi.

Menteri Kelautan dan Perikanan memaparkan, beragam kriteria itu antara lain legalitas kepemilikan kapal, keberadaan nakhoda dan ABK asing, pengaktifan VMS (sistem pemantauan kapal), dan transshipment (alih muatan) secara tidak sah.

Sampai saat ini, perusahaan yang dicabut SIUP-ya berjumlah 12 izin (gabungan dari Anev jilid I dan jilid II), sedangkan SIPI/SIKPI yang dicabut berjumlah 152 izin. Selain itu, pencabutan izin-izin tersebut baru dari 30 perusahaan saja dibandingkan dengan total perusahaan yang dipantau Anev sebanyak 187. (bst)