Menteri Puan Minta OJK Hapus Saldo Minimal bagi Kalangan Tak Mampu

Menteri Puan Minta OJK  Hapus Saldo Minimal bagi Kalangan Tak Mampu
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. foto: radarpolitik

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani meminta kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar membuat regulasi atau kebijakan untuk menghapus minimal saldo untuk golongan yang tidak mampu. Menteri Puan menjelaskan, hal ini berhubungan dengan program bantuan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat tidak mampu. Lantaran anggaran yang diberikan untuk masyarakat tidak mampu hingga anak sekolah dialokasikan melalui rekening perbankan ke tabungan pemilik. Salah satu contoh bantuan yang diberikan pemerintah adalah dana transfer untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Menteri Puan mencontohkan, masalah yang hadir dari penerima bantuan ini adalah, tidak semuanya jumlah bantuan (dana) yang diberikan pemerintah dapat diambil atau dirasakan oleh pemilik kartu. Lantaran, dalam dunia perbankan, dikenal dengan istilah minimal saldo hingga potongan. “Jadi bisa dibuat suatu regulasi untuk hapus minimal saldo itu. Itu akan bermanfaat bagi mereka,” kata Puan di Kantornya, Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Menteri Puan memberikan gambaran mengenai saldo minimal yang harus ada di perbankan. Misalnya saldo minimal dalam bank tersebut sekira Rp 20.000. Jadi masyarakat yang memiliki kartu tidak dapat mengambil Rp20.000 tersebut. Padahal uang yang sebagai saldo minimal tersebut sangat bermanfaat bagi yang masyarakat kelas bawah. “Misal di Solo, kota terbuka dan terbangun, uang Rp10.000 bisa makan 1 hari. Pagi makan soto, siang nasi kucing, malam masih bisa makan dengan uang Rp10 ribu. Bayangkan kalau itu hilang,” paparnya.

Dijelaskan Menteri Puan, pemerintah mulai Januari-Juni sudah membagikan KIP untuk anak sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga sampai SMA. Jumlah yang mendapat bantuan sekira 20,3 juta siswa. “Anak SD dapat Rp 450.000 per 1 tahun, anak SMP dapat Rp750 ribu, anak SMA dapat dapat Rp1 juta,” tukasnya. (oke)