Menteri Jonan: Proyek Trem Surabaya Dipastikan Mulai Tahun 2016

Menteri Jonan: Proyek Trem Surabaya Dipastikan Mulai Tahun 2016

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (dua dari kanan) saat melakukan sidak kesiapan arus mudik dan balik di Stasiun Gubeng Surabaya, Sabtu (25/6/2016). foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Pembangunan proyek trem Surabaya dipastikan akan dilaksanakan pada tahun 2016 ini. Hal tersebut dinyatakan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan disela-sela melakukan sidak kesiapan arus mudik dan balik di Stasiun Gubeng Surabaya, Sabtu (25/6/2016).

“Proyek pembangunan trem Surabaya jadi tahun ini tapi untuk bulannya nanti saja pemberitahuannya. Soalnya mudah untuk mengerjakannya,” kata Ignasius Jonan.

Untuk kepastian bulan pembangunan trem Surabaya yang akan dimulai di kawasan Joyoboyo ini yang nantinya melewati jalan Raya Darmo hingga ke utara sampai persimpangan jalan Indrapura dan jalan Rajawali, Jonan tidak mau menyebutkannya.

Bahkan mantan Direktur PT Kereta Api Indonesia ini menyerahkannya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Juga untuk pembangunan trem selanjutnya di tahap kedua, akan diintegrasikan dengan Pelabuhan Tanjung Perak, Jonan juga menyerahkan kepada pemimpin daerah.

Seperti diinginkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini agar pembangunan trem Surabaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat sebisa mungkin dilaksanakan usai perhelatan PrepCom 3 UN Habitat III yang akan digelar pada 25-27 Juli nanti di Kota Pahlawan.

“Ndak papa nanti usai acara itu. Tidak usah buru buru, wong itu bangunnya cepat kok, tiga tahun selesai,” jelasnya.

Ia menjelaskan, investasi yang dipergunakan untuk proyek yang akan membelah jalan protokol tersebut per satu kilometernya tidak sampai Rp 10 miliar. “Gak sampai Rp 10 miliar per satu kilometernya. Asal tidak ada yang melakukan korupsi,” lugasnya.

Namun Jonan membantah jika proyek trem Surabaya akan mengurangi kemacetan di Kota Surabaya. Menurutnya, kepadatan lalu lintas tergantung tata kelola yang diatur oleh masing masing pemerintah kota. ‎(wh)