Mensos Resmikan Klinik Pratama

Mensos Resmikan Klinik Pratama
Mensos Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur BI Agus DW Martowardojo saat meresmikan Klinik Pratama dan sosialisasi program Layanan Keuangan Digital di Surabaya, Minggu (29/3/2015)

Klinik Pratama Muslimat NU 01 yang berdiri di Wonocolo Pabrik Kulit, Surabaya diresmikan. Peresmian klinik tersebut dilakukan secara simbolis di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari dan dibuka oleh Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa, Minggu (29/3/2015).

Berbarengan dengan pembukaan Klinik Pratama ini sendiri, Khofifah menyosialisasikan program Layanan Keuangan Digital (LKD) yang dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo.

“Pendirian Klinik Pratama ini diperuntukkan bagi muslimat Nahdlatul Ulama (NU). Namun juga bisa masyarakat umum memanfaatkan fasilitas kesehatan disini,” kata Khofifah yang juga menjabat sebagai ketua PP Muslimat NU.

Nantinya, terang dia, di klinik Pratama ini sendiri, setiap masyarakat bisa menggunakan fasilitas kesehatan di tempat ini dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Klinik Pratama sendiri statusnya adalah pengganti fasilitas kesehatan tingkat pertama. Bila penyakinya didiagnosis parah, Klinik Pratama bisa memberikan rujukan kepada rumah sakit tipe B atau tipe A.

“Kami sudah bekerjasama denganBPJS kesehatan. Dan kami sendiri telah memilik 78 rumah sakit di Indonesia. Jadi masyarakat bisa mendapatkan pengobatan di tempat kami,” terusnya.

Sedangkan untuk LKD sendiri, menurut Khofifah, merupakan layanan keuanganan dengan memanfaatkan nomor telepon dan ponsel untuk melakukan berbagai transaksi keuangan karena pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Bank Indonesia sebagai bank sentral.

Di dalam LKD ini sendiri, telah tersedia berbagai program. Di antaranya masyarakat yang ingin menyalurkan infaq namun terlalu sibuk sehingga tidak bisa memberikan sedekah. Maka LKD sendiri yang telah ada di berbagai desa bisa memanfaatkannya,

“Kami lebih memfokuskan pemberdayaan masyarakat desa dengan LKD ini maka dapat menyebarkan manfaat ke sasaran yang tepat,” pungkasnya. (wh)