Menpora Desak Pemkot Surabaya Tak Ijinkan GBT Dipakai Persebaya

menpora-imam-nahrawi-_141113082737-468

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi meminta Walikota Surabaya Tri Rismaharini tidak memberikan fasilitas dan pelayanan pada tim Persebaya Surabaya yang berlaga di NQB League saat ini. Permintaan tersebut tertuang dalam Surat Teguran pada PSSI selaku induk sepakbola nasional. “Meminta pada Pemerintah Daerah Kota Surabaya dan Pemerintah Daerah Kota Malang tidak memberikan fasilitas dan pelayanan sesuai kewenangan kepada PT Arema Cronus dan PT Mitra Muda Inti Berlian (pengelola Persebaya) sepanjang belum ada keputusan rekomendasi dari Ketua Umum BOPI,” bunyi surat Menpora dengan kop Garuda ini.

Surat ini merupakan tindak lanjut dari Menpora menyusul pembangkangan yang dilakukan Persebaya Surabaya dan Arema Malang yang tetap bertanding di Kompetisi ISL (QNB) tahun ini. Padahal, kedua tim ini tidak mengantongi rekomendasi dari BOPI dikarenakan bermasalah dalam legalitas. Hanya saja, keduanya tak menghiraukan dan tetap melawan dengan bertanding.

Atas perlawanan ini, Menpora memberikan sanksi administrative pada PSSI berupa surat peringatan tertulis seperti yang diatur dalam UU Sistem Keolahragaan Nasional. Jika masih diabaikan, tahapan selanjutnya PSSI maupun Persebaya bisa dibekukan.

Pemberian fasilitas yang dimaksud Menpora dalam hal ini adalah pemberian ijin pemakaian Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya sebagai tempat bertanding Persebaya Surabaya. Surat sanksi ini tertuang dalam surat tertanggal 8 April dengan nomor 01133/MENPORA SET/IV/2015 dengan tanda tangan langsung dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. (*)