Menparekraf Prihatin Tarif Bromo Naik 300 Persen

Menparekraf Prihatin Tarif Bromo Naik 300 Persen

 

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) prihatin terhadap kenaikan tarif masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang akan berlaku mulai 1 Mei mendatang.

Menparekraf Mari Elka Pangestu khawatir kenaikan tarif masuk Bromo ini akan mempengaruhi kunjungan wisatawan. “Terus terang kami prihatin. Ya bisa jadi nanti mengurangi kunjungan wisatawan,” ujar Mari usai rapat bersama Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia di Hotel Shangri-La, Rabu (12/3/2014).

Mari menganggap permasalahan kenaikan tiket masuk Bromo tak hanya menjadi masalah di Jatim, namun juga nasional. Sebab, harga tiketnya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12/2014 yang dikeluarkan Kementerian Kehutanan.

Sebelumnya saat rapat bersama, salah seorang perwakilan Pemprov Jatim mengadu pada Mari. “Saya menyampaikan keluhan dari masyarakat. Gubernur Soekarwo juga menyampaikan keberatannya,” ujarnya.

Mari lantas berjanji akan membawa persoalan ini dalam rapat kordinasi dengan Kementerian Kehutanan. “Kami berterima kasih sudah diberi tahu soal ini. Nanti akan kami pelajari, lalu disampaikan ke Kementerian Kehutanan. Karena yang menetapkan (Peraturan Pemerintah, Red), kan Menteri Kehutanan. Bromo itu wilayahnya Taman Nasional dan Menteri Kehutanan,” jelasnya.

Untuk diketahui, kenaikan harga tiket masuk TNBTS diberlakukan seiring revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59/1998 yang mengatur Tarif Jasa Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada Kementerian Kehutanan dan Perkebunan. PP tersebut diubah menjadi PP Nomor 12/2014 yang telah ditetapkan pada 14 Februari 2014.

Tarif baru untuk wisatawan domestik yang saat ini Rp10 ribu, akan naik menjadi Rp 37.500 pada weekday. Sedangkan pada weekend dan hari libur lainnya, naik menjadi Rp 67.500. Sedangkan bagi wisatawan mancanegara yang semula Rp 72.500 naik menjadi Rp 267.500 pada weekday. Pada weekend dan hari libur lainnya menjadi Rp 640 ribu.(wh)